KLHK: Jumlah Hotspot di Indonesia Capai 85 Dalam 24 Jam Terakhir (Sabtu, 10 Januari 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 10/01/2026 11:36 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 85 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 22 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Sabtu (10/1/2026) pukul 11.36 WIB. Dari 85 titik panas terdeteksi, 2 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 80 titik skala sedang, dan 3 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: 5 Provinsi dengan Titik Panas Karhutla di Ekosistem Gambut Terbanyak sampai Agustus 2025)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Maluku Utara sebanyak 41 titik. Sulawesi Tengah menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 16 titik. Sulawesi Tenggara berada di posisi ketiga sebanyak 7 titik panas.

Sebanyak 6 titik panas terdeteksi di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara menyusul dengan 4 titik panas, serta Kalimantan Timur dan Banten masing-masing memiliki 3 dan 2 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Akibat Karhutla, ISPA Kalimantan Selatan Capai 189 Ribu Kasus per September 2023)

Data Populer

Loading...