Gunung Ili Lewotolok Erupsi pada Rabu Pagi, Statusnya Waspada

1
Irfan Fadhlurrahman 07/01/2026 08:03 WIB
Image Loader
Memuat...
4 Gunung Api di Indonesia dengan Jumlah Erupsi Terbanyak (1 Januari 2026 - 7 Januari 2026)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Rabu (7/1/2026) pukul 07.56 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok sudah erupsi 3 kali.

Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 250 meter di atas puncak atau 1.673 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28,1 milimeter dan durasi 37 detik.

(Baca: Jumlah Rumah Rusak Sedang karena Bencana Alam di Indonesia 2015-2024)

Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 7 Januari 2026 pukul 00.00-23.59 WITA menunjukkan terjadi 218 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 13,7-35,2 milimeter dan lama gempa 35-99 detik.

Kemudian, 299 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1,7-13,8 milimeter dan lama gempa 25-60 detik serta 2 kali harmonik dengan amplitudo 2,3-7,5 milimeter dan lama gempa 93-102 detik.

PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, serta sektoral selatan-tenggara dan barat sejauh 2,5 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 95 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (55 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 3 kali.

(Baca: Ada 137 Kejadian Bencana Alam Jelang Akhir Januari 2024, Banjir Terbanyak)

Data Stories Terkini

Data Populer

Loading...