Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 11,18 persen, mengalami sedikit turun sebesar 0,18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin bertambah 310 jiwa menjadi 37.400 jiwa, di tengah pertumbuhan penduduk wilayah sebesar 0,69 persen.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Barat Daya 2025)
Data historis 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 sebesar 21,37 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada 2020 sebesar 10,74 persen. Peningkatan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2013 sebesar 10,96 persen, dan penurunan terbesar terjadi pada 2010 sebesar 11,07 persen. Rangking nasional wilayah ini saat ini berada di urutan 166 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Selama 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan wilayah ini berada di angka 11,21 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 11,17 persen. Rangking nasional wilayah ini terus membaik selama 5 tahun terakhir, bergeser dari urutan 211 pada 2023 menjadi 166 pada tahun 2025 ini.
Kota Bau Bau
Berada di urutan 334 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 6,83 persen dengan penurunan sebesar 7,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 12.410 jiwa dari total 181.648 jiwa penduduk, dengan garis kemiskinan sebesar 462,88 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 75,90 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,81 persen tahun ini.
Kabupaten Bombana
Rangking 211 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 10,14 persen dengan penurunan sebesar 3,8 persen dibanding periode sebelumnya. Terdapat 20.150 jiwa penduduk miskin dari total 198.700 jiwa penduduk yang tercatat, dengan garis kemiskinan sebesar 441,76 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini mencapai 59,79 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 4,91 persen.
(Baca: Angka Partisipasi Murni (APM) SMP di Maluku Utara | 2025)
Kabupaten Kolaka
Berada di urutan 209 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 10,19 persen dengan penurunan sangat signifikan sebesar 12,68 persen dibanding tahun sebelumnya. Terdapat 29.450 jiwa penduduk miskin dari total 289.142 jiwa penduduk, garis kemiskinan tercatat 493,07 ribu rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini memiliki pendapatan per kapita tertinggi di kelompok ini yaitu 162,54 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,95 persen.
Kabupaten Konawe Utara
Menduduki rangking 151 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 11,89 persen dengan penurunan sebesar 9,72 persen dibanding periode sebelumnya. Terdapat 8.190 jiwa penduduk miskin dari total 68.899 jiwa penduduk, merupakan jumlah penduduk miskin terkecil di kelompok wilayah perbandingan ini. Garis kemiskinan wilayah ini tercatat 425,35 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 81,77 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Muna
Rangking 138 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 12,40 persen dengan penurunan sebesar 10,01 persen dibanding tahun sebelumnya. Terdapat 28.810 jiwa penduduk miskin dari total 232.360 jiwa penduduk yang tercatat pada tahun ini. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 451,35 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 43,63 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kolaka Timur
Berada di urutan 135 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 12,57 persen dengan penurunan sebesar 8,32 persen dibanding periode sebelumnya. Terdapat 18.990 jiwa penduduk miskin dari total 151.010 jiwa penduduk, dengan garis kemiskinan sebesar 548,15 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini mencapai 50,59 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,14 persen.