Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi Siang Ini, Tinggi Abu 300 Meter dari Atas Puncak
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Rabu (7/1/2026) pukul 11.52 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok sudah erupsi 4 kali.
Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau 1.723 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18,2 milimeter dan durasi 33 detik.
(Baca: Penerima Rumah Susun 2022, Terbanyak Korban Bencana Alam)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 7 Januari 2026 pukul 00.00-23.59 WITA menunjukkan terjadi 218 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 13,7-35,2 milimeter dan lama gempa 35-99 detik.
Kemudian, 299 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1,7-13,8 milimeter dan lama gempa 25-60 detik serta 2 kali harmonik dengan amplitudo 2,3-7,5 milimeter dan lama gempa 93-102 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, serta sektoral selatan-tenggara dan barat sejauh 2,5 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 98 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (56 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 4 kali.
(Baca: Jumlah Korban Luka karena Bencana Alam di Indonesia 2015-2024)