Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Indragiri Hilir Naik 1,7% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau sebesar 13,23% pada 2024.
Angka tersebut turun 3,83% dari tahun sebelumnya sebesar 17,06%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,7%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kabupaten Indragiri Hilir lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Indragiri Hilir yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 13,23% dari total penduduk.
Dibanding 11 kabupaten/kota lain di Provinsi Riau, PoU di Kabupaten Indragiri Hilir ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Rokan Hulu (9,27%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Riau pada 2024.
- Kabupaten Rokan Hulu: 9,27%
- Kabupaten Bengkalis: 9,92%
- Kota Pekanbaru: 10,08%
- Kabupaten Pelalawan: 10,38%
- Kabupaten Rokan Hilir: 10,47%
- Kabupaten Kampar: 10,75%
- Kabupaten Siak: 10,75%
- Kabupaten Indragiri Hulu: 11,22%
- Kota Dumai: 11,31%
- Kabupaten Kuantan Singingi: 11,47%
(Baca: Lulusan Pascasarjana RI Pesmistis akan Lapangan Kerja pada Juni 2025)