Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Bojonegoro tahun 2025 sebesar 11,49 persen. Angka ini turun sedikit 0,2 persen dibandingkan tahun 2024, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 2.430 jiwa dari total 147.330 jiwa menjadi 144.900 jiwa. Pertumbuhan angka kemiskinan untuk periode ini tercatat minus 1,71 persen.
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan daerah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 28,38 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025. Pada tahun 2020 dan 2021 sempat terjadi kenaikan angka kemiskinan secara berturut-turut sebelum kembali turun hingga tahun ini.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Tertinggi Ada di DKI Jakarta pada 2025)
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Bojonegoro secara nasional saat ini berada di urutan 158 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Dalam kurun 21 tahun data, ranking daerah ini pernah berada di urutan terbaik 194 pada tahun 2019, sebelum mengalami pergeseran posisi pada tahun-tahun berikutnya.
Dibandingkan kabupaten lain di Jawa Timur dengan nilai persentase kemiskinan berdekatan, Bojonegoro mencatatkan penurunan angka kemiskinan yang lebih kecil dibandingkan sebagian besar wilayah sekitar. Hanya Kabupaten Lamongan yang mencatatkan penurunan persentase kemiskinan lebih kecil dari Bojonegoro.
Kabupaten Bondowoso
Berada di urutan 141 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 12,20 persen dengan penurunan sebesar 3,17 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 96.710 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 526,33 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 35,87 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lamongan
Urutan 147 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 12,03 persen dengan penurunan hanya 1,07 persen. Terdapat 145.450 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, menjadikannya wilayah dengan jumlah penduduk miskin paling mendekati angka Bojonegoro. Garis kemiskinan 543,48 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 40,47 juta rupiah per tahun.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Batang | 2024)
Kabupaten Madiun
Pada urutan 198 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,40 persen. Wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 2,16 persen untuk periode tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin 71.590 jiwa. Garis kemiskinan 476,51 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tahunan masyarakat mencapai 36,12 juta rupiah.
Kabupaten Pamekasan
Berada di urutan 130 nasional, persentase kemiskinan mencapai 12,77 persen dengan penurunan sebesar 4,77 persen, menjadi penurunan terbesar di antara seluruh wilayah dalam daftar ini. Jumlah penduduk miskin 118.520 jiwa. Garis kemiskinan 482,28 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 27,21 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Situbondo
Urutan 167 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,17 persen dengan penurunan sebesar 2,95 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini 78.020 jiwa. Garis kemiskinan merupakan yang terendah di daftar ini, yaitu 428,10 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 41,14 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Trenggalek
Pada urutan 206 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,29 persen dengan penurunan 2,00 persen. Jumlah penduduk miskin 72.350 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 450,33 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan masyarakat tercatat 35,11 juta rupiah.