Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kota Palu pada tahun 2024 sebesar 5,94%. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 9,45% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan jumlah penduduk 389.959 jiwa, terdapat 24.570 penduduk miskin di Kota Palu.
Secara historis, persentase kemiskinan di Kota Palu fluktuatif. Pada periode 2004-2024, angka tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 10,78%, sedangkan angka terendah tercatat pada tahun 2024. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 27,88%, sementara pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2013 turun 15,62%. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 6,38%, angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Begitu pula jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 6,66%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Toba Samosir Periode 2004 - 2024)
Peringkat kemiskinan Kota Palu secara nasional berada di posisi 403 dari 514 kabupaten/kota. Peringkat ini sempat bergeser naik turun selama periode 2004-2024, dengan peringkat terbaik di posisi 340 pada tahun 2008 dan peringkat terendah di posisi 403 pada tahun 2017 dan 2024.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Sulawesi Tengah, Kota Palu memiliki persentase kemiskinan yang lebih rendah dibandingkan Kabupaten Morowali (11,55%) dan Kabupaten Morowali Utara (11,95%), namun lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Banggai (6,56%).
Kabupaten Morowali
Kabupaten Morowali, dengan persentase penduduk miskin 11,55%, menduduki peringkat 190 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 14.990 jiwa dari total populasi 190.449 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini sebesar Rp590.027 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Morowali mencapai Rp1.003.185 juta per tahun, dengan pertumbuhan mencapai 8,19%. Walaupun pertumbuhan pendapatan perkapita cukup tinggi, namun tingkat kemiskinan juga masih signifikan.
(Baca: 3,19% Penduduk di Kota Pekanbaru Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Morowali Utara
Kabupaten Morowali Utara mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 11,95%, menempatkannya pada urutan 171 di Indonesia. Dengan jumlah penduduk 150.634 jiwa, sebanyak 16.740 jiwa berada di bawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan di Morowali Utara adalah Rp594.137 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di kabupaten ini tercatat Rp236.449 juta per tahun, dengan pertumbuhan 12,75%. Pertumbuhan penduduk Morowali Utara 3,4%.
Kabupaten Banggai
Kabupaten Banggai memiliki persentase kemiskinan 6,56% dan menduduki peringkat 374 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 26.210 jiwa dari total 374.896 jiwa. Pertumbuhan penduduk di kabupaten ini 0,78%. Garis kemiskinan di Banggai adalah Rp515.334 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Banggai mencapai Rp107.883 juta per tahun, dengan pertumbuhan 5,93%.