Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Magelang semester 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 9,9 persen, turun sebesar 0,93 persen dibanding tahun sebelumnya. Total penduduk miskin di wilayah ini mencapai 132.210 jiwa, berkurang 11.590 jiwa dari periode 2024. Angka pertumbuhan penurunan persentase kemiskinan mencapai 8,59 persen.
(Baca: Statistik Produksi Bawang Merah Periode 2013-2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 17,37 persen pada tahun 2007. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan kemiskinan tercepat terjadi tahun 2025 sebesar 8,59 persen, sedangkan peningkatan kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2006 sebesar 12,58 persen. Secara nasional, Kabupaten Magelang berada di peringkat 226 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir mencapai 10,56 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 11,17 persen. Angka tahun 2025 berada jauh dibawah kedua rata-rata tersebut. Selama 21 tahun pencatatan, posisi peringkat nasional wilayah ini bergerak antara urutan 182 sampai 234. Peringkat terbaiki pernah dicapai tahun 2011 di urutan 182 seluruh Indonesia.
Kabupaten Cilacap
Berada di peringkat 238 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan 9,41 persen penduduk miskin dengan penurunan sebesar 11,89 persen. Garis kemiskinan tercatat 469,17 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 69,74 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin mencapai 164.220 jiwa, angka tertinggi diantara seluruh kabupaten pada kelompok perbandingan ini.
Kabupaten Boyolali
Peringkat 261 secara nasional, persentase kemiskinan disini tercatat 8,71 persen dengan penurunan sebesar 9,55 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan masyarakat adalah 464,63 ribu rupiah per kapita setiap bulannya, sedangkan pendapatan per kapita tahunan mencapai 44,03 juta rupiah. Jumlah penduduk miskin tercatat 86.970 jiwa, angka terendah pada kelompok wilayah perbandingan.
(Baca: NPL Bank Umum Lapangan Usaha Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya DKI Jakarta Tertinggi pada 2026)
Kabupaten Wonogiri
Memiliki peringkat 235 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 9,59 persen dengan penurunan sebesar 10,46 persen. Garis kemiskinan tercatat 479,57 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan masyarakat mencapai 40,51 juta rupiah. Penurunan jumlah penduduk total disini mencapai 9,38 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Blora
Menempati peringkat 190 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan 10,58 persen penduduk miskin dengan penurunan sebesar 7,36 persen. Garis kemiskinan tercatat 492,11 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan masyarakat mencapai 38,55 juta rupiah. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat sebesar 92.010 jiwa.
Kabupaten Grobogan
Berada di peringkat 188 secara nasional, persentase kemiskinan disini tercatat 10,63 persen dengan penurunan sebesar 7,00 persen. Garis kemiskinan masyarakat mencapai 526,24 ribu rupiah per kapita per bulan, angka tertinggi pada kelompok perbandingan. Pendapatan per kapita tahunan hanya tercatat 26,42 juta rupiah, nilai terendah diantara seluruh kabupaten pada daftar ini.
Kabupaten Purworejo
Memiliki peringkat 218 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 10,06 persen dengan penurunan sebesar 7,45 persen. Garis kemiskinan tercatat 496,81 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan masyarakat mencapai 33,04 juta rupiah. Jumlah penduduk miskin tercatat 72.180 jiwa untuk periode tahun 2025.