Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Sukabumi periode semester 2025 sebesar 6,41 persen. Angka ini turun 0,46 persen dari tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 11.300 jiwa menjadi total 164.630 jiwa. Secara nasional, angka ini menempatkan wilayah pada peringkat 355 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Oman 2024)
Sepanjang catatan 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 17,66 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2019 sebesar 6,22 persen, sebelum kemudian naik pada tahun 2020 hingga 2021, dan kembali turun secara bertahap sampai tahun 2025.
Selama 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan berada di angka 6,76 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 7,07 persen. Pertumbuhan penurunan kemiskinan tahun 2025 mencapai 6,7 persen, menjadi penurunan terbesar sejak tahun 2018. Peringkat nasional wilayah juga membaik 3 peringkat dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Bogor
Berduduk di peringkat 364 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 6,26 persen dengan penurunan sebesar 11,21 persen pada tahun terakhir. Tercatat 401.860 jiwa penduduk masuk kategori miskin, menjadi jumlah terbanyak di kelompok perbandingan. Garis kemiskinan berada di angka 531,41 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 58,79 juta rupiah per tahun.
Kota Bogor
Peringkat 389 nasional, persentase kemiskinan tercatat 5,89 persen dengan penurunan 9,8 persen pada periode laporan. Jumlah penduduk miskin sebanyak 67.160 jiwa, merupakan angka terendah kedua di kelompok perbandingan. Garis kemiskinan mencapai 730,08 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 60,70 juta rupiah per tahun.
(Baca: Statistik Nilai Ekspor SITC Kode 09 Hasil Olahan Makanan Lainnya Periode 2020-2026)
Kabupaten Ciamis
Pada peringkat 319 nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,19 persen dengan penurunan sedikit sebesar 2,71 persen. Terdapat 88.720 jiwa penduduk masuk kategori miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan berada di angka 483,64 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 36,79 juta rupiah per tahun, menjadi nilai terendah di kelompok perbandingan.
Kabupaten Karawang
Berdiri di peringkat 325 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 7,08 persen dengan penurunan sebesar 9,92 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 169.800 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 617,90 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 130,65 juta rupiah per tahun, menjadi yang tertinggi di seluruh kelompok perbandingan.
Kota Sukabumi
Peringkat 332 nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,90 persen dengan penurunan sebesar 4,17 persen pada tahun laporan. Hanya terdapat 23.170 jiwa penduduk masuk kategori miskin, menjadi angka terendah di seluruh kelompok perbandingan. Garis kemiskinan mencapai 706,42 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 47,65 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bandung
Pada peringkat 380 nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,04 persen dengan penurunan sedikit sebesar 2,42 persen. Jumlah penduduk miskin sebanyak 236.060 jiwa tercatat di wilayah ini. Garis kemiskinan berada di angka 468,97 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi nilai terendah di kelompok perbandingan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 47,56 juta rupiah per tahun.