Bank Indonesia (BI) mencatat nilai ekspor SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya (09) menurut provinsi tumbuh 0% pada Desember 2024. Ini menjadi rekor baru, yakni pertumbuhan tertinggi sepanjang periode 2020-2024. Capaian itu menjadikan nilai ekspor SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya (09) menurut provinsi konsisten tumbuh dengan rata-rata nan% dalam dua bulan terakhir.
Daftar 10 Terbesar:
(Baca: Provinsi Nusa Tenggara Timur Ekspor 570,45 Ribu Ton Minuman)
Rata-rata nilai ekspor SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya di Indonesia saat ini sebesar 34,44 juta ton data per Januari 2026. Hanya sebagian kecil saja provinsi, kondisi saat ini terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.
Jawa Timur mencatatkan nilai ekspor SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya tertinggi dengan 124,17 juta ton. Di provinsi ini, Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan data bulanan di wilayah ini turun 11,22% dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya.
(Baca: Provinsi Jambi Ekspor 41,39 Juta Ton Batu Bara Kokas dan Briket)
Setelahnya Sumatera Utara di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya, nilai ekspor SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya di provinsi ini tumbuh 23,16%. Periode yang sama bulan sebelumnya nilai ekspor SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya di provinsi ini tercatat 75,17 juta ton.
Selanjutnya, nilai ekspor SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya di DKI Jakarta turun 7,54% menjadi 44,46 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya, nilai ekspor SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya di Kalimantan Barat turun 39,59% menjadi 441,08 ribu ton dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya dan nilai ekspor SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya di Kalimantan Selatan turun 42,13% menjadi 74.500 ton dibandingkan dengan periode yang sama bulan sebelumnya
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan nilai ekspor SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya dengan jumlah tertinggi:
- Jawa Timur 124,17 juta ton
- Sumatera Utara 71,82 juta ton
- DKI Jakarta 44,46 juta ton
- Kalimantan Barat 441,08 ribu ton
- Kalimantan Selatan 74.500 ton
- DI Yogyakarta 74.290 ton
- Sumatera Selatan 46.870 ton
- Maluku 29.440 ton
- Kalimantan Utara 2.700 ton
- Bengkulu 150 ton