Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara periode semester tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 8,74 persen, turun sedikit sebesar 0,57 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara jumlah penduduk miskin tercatat 15.360 jiwa, naik sedikit 50 jiwa dari tahun lalu.
(Baca: Desember 2025, Jumlah Penduduk Miskin di Gorontalo 155,76 Ribu Jiwa)
Sepanjang catatan historis 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 16,50 persen pada tahun 2008, dan rekor terendah 8,74 persen tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi 70,63 persen pada 2008, sedangkan penurunan terbesar tercatat -13,70 persen pada tahun 2018.
Saat ini Kota Tebing Tinggi menempati peringkat 258 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase penduduk miskin. Dalam kurun 3 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan wilayah ini berada di angka 9,01 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 9,39 persen.
Kabupaten Batu Bara
Berada pada peringkat 213 seluruh Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 10,10 persen dengan penurunan sebesar 7,68 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 44.280 jiwa, garis kemiskinan berada di 613,49 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 115,74 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Labuhan Batu Utara
Peringkat 271 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, angka kemiskinan di wilayah ini tercatat 8,42 persen dengan penurunan 6,24 persen pada tahun terakhir. Terdapat 32.090 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan sebesar 629,87 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita penduduk mencapai 95,50 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Manggarai Timur | 2009 - 2025)
Kabupaten Langkat
Memiliki peringkat nasional yang sama dengan Labuhan Batu Utara yaitu urutan 271, persentase kemiskinan wilayah ini juga tercatat 8,42 persen dengan penurunan tahunan sebesar 6,86 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 90.280 jiwa, garis kemiskinan sebesar 528,07 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 62,53 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Padang Lawas Utara
Berada pada urutan 286 seluruh Indonesia, persentase penduduk miskin di wilayah ini tercatat 8,04 persen dengan penurunan paling besar diantara kelompok wilayah ini yaitu 10,37 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin 24.800 jiwa, garis kemiskinan 519,41 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 68,39 juta rupiah per tahun.
Kota Sibolga
Peringkat 207 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 10,28 persen dengan penurunan tahunan sebesar 9,75 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.020 jiwa, garis kemiskinan 637,14 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita penduduk mencapai 82,12 juta rupiah per tahun.
Kota Tanjung Balai
Menempati urutan 187 seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka kemiskinan 10,67 persen dengan penurunan tahunan terbesar sebesar 10,86 persen diantara seluruh wilayah perbandingan. Tercatat 20.020 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan 619,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 69,88 juta rupiah per tahun.