2.873 Hotspot Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Minggu, 2 Agustus 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 02/08/2026 11:34 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 2.873 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 315 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Minggu (2/8/2026) pukul 11.34 WIB. Dari 2.873 titik panas terdeteksi, 123 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 2606 titik skala sedang, dan 144 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Indonesia Punya Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Barat sebanyak 819 titik. Kalimantan Selatan menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 254 titik. Kalimantan Tengah berada di posisi ketiga sebanyak 247 titik panas.

Sebanyak 207 titik panas terdeteksi di Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur menyusul dengan 140 titik panas, serta Sumatera Selatan dan Jawa Timur masing-masing memiliki 126 dan 115 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Negara dengan Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia, Indonesia Pertama)

Data Pasar

Macro update by
02 August 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jun) 3,34% +0.26
Inflasi mom (Jun) 0,44% +0.16
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 18 +0.06
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Ekspor Migas (Mei) 758,10 -34.38
Neraca perdagangan (Mei) -1,61 -1,907.18
Impor Migas (Mei) 4,51 -1.82
Ekspor (Mei) 23,20 -8.30
Impor (Mei) 24,81 -1.59
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jun) 114,65 +0.76

Data Populer

Loading...