Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester tahun 2025 untuk Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Persentase penduduk miskin wilayah ini tercatat 5,83 persen, turun sedikit 0,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin saat ini berjumlah 26.880 jiwa, dengan penurunan sebesar 650 jiwa dari periode 2024.
Selama periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 19,62 persen pada tahun 2004. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Sepanjang 21 tahun data, terjadi penurunan konsisten meskipun sempat terjadi kenaikan pada tahun 2013, 2015 dan 2021. Rank nasional persentase kemiskinan saat ini berada di urutan 394 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Situbondo | 2025)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir wilayah ini adalah 5,97 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 6,09 persen. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar tercatat sebesar 18,54 persen pada tahun 2011, sedangkan kenaikan terbesar terjadi sebesar 6,59 persen pada tahun 2015. Rank nasional wilayah ini terus membaik selama 5 tahun terakhir, naik dari urutan 407 pada tahun 2023 menjadi 394 pada tahun 2025.
Kabupaten Bengkalis
Berada di urutan 377 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 6,08 persen dengan penurunan 4,4 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.110 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 764,54 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini mencapai 292,06 juta rupiah per tahun, menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten pembanding di Provinsi Riau.
Kabupaten Indragiri Hilir
Memiliki peringkat 429 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 4,95 persen dengan penurunan sangat besar yaitu 12,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk wilayah ini mencapai 726.071 jiwa, garis kemiskinan sebesar 642,78 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 151,25 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 9,05 persen selama satu tahun terakhir.
Kabupaten Kampar
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Buru Selatan | 2010 - 2025)
Peringkat 363 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 6,29 persen dengan penurunan 9,1 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 58.710 jiwa, menjadi jumlah penduduk miskin terbanyak diantara seluruh wilayah pembanding. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 600,39 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 139,24 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kuantan Singingi
Berada di peringkat 326 secara nasional, persentase kemiskinan sebesar 6,99 persen dengan penurunan 11,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk wilayah ini tercatat 324.341 jiwa, menjadi jumlah penduduk paling kecil diantara seluruh wilayah pembanding. Garis kemiskinan sebesar 751,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 165,73 juta rupiah per tahun.
Kota Pekanbaru
Memiliki peringkat 498 secara nasional, menjadi wilayah dengan persentase kemiskinan terendah diantara seluruh wilayah pembanding yaitu sebesar 3,19 persen. Angka kemiskinan ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 767,41 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan jumlah penduduk mencapai 1.229.383 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 178,02 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Siak
Berada di urutan 456 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 4,4 persen dengan penurunan sebesar 13,39 persen pada tahun terakhir, menjadi penurunan persentase kemiskinan terbesar diantara seluruh wilayah pembanding. Garis kemiskinan sebesar 607,60 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 268,74 juta rupiah per tahun.