Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Buru Selatan, Maluku. Persentase penduduk miskin tahun ini tercatat 14,84 persen, turun sedikit sebesar 0,47 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin bertambah 20 jiwa menjadi total 9.630 jiwa, sementara jumlah penduduk total wilayah ini mencatat penurunan sebesar 16.446 jiwa atau 20,22 persen.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Sulawesi Selatan Maret 2026: Naik Jadi Rp.477,97 Ribu per Kapita/Bulan)
Selama periode 2010 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 21,82 persen pada tahun 2010. Nilai terendah tercatat pada tahun 2022 dengan angka 14,75 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 15,01 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 15,13 persen. Peringkat nasional wilayah ini saat ini berada di urutan 87 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Terdapat anomali pada data jumlah penduduk tahun 2025, dimana terjadi penurunan sangat besar sebesar 20,22 persen dalam satu tahun. Penurunan jumlah penduduk ini menyebabkan persentase kemiskinan tercatat turun, meskipun jumlah absolut penduduk miskin justru bertambah sebanyak 20 jiwa dibanding tahun sebelumnya.
Kabupaten Buru
Berada di peringkat 85 nasional untuk persentase kemiskinan, hanya terpaut dua peringkat di atas Kabupaten Buru Selatan. Wilayah ini mencatat persentase kemiskinan 15,11 persen dengan penurunan sebesar 6,03 persen dalam setahun terakhir. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 638,73 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 23,23 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 23.950 jiwa, atau lebih dari dua kali lipat jumlah penduduk miskin di Kabupaten Buru Selatan.
(Baca: Juni 2026, Indeks Harga Sheet (lembaran) seng Naik 2,10%)
Kabupaten Maluku Tengah
Peringkat 65 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 16,71 persen. Dalam satu tahun terakhir angka ini mengalami penurunan sebesar 5,43 persen. Garis kemiskinan wilayah mencapai 643,10 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 27,36 juta rupiah per tahun. Total jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 63.050 jiwa, menjadikannya wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di kelompok perbandingan ini.
Kota Tual
Menduduki peringkat 55 nasional persentase kemiskinan, dengan angka 19,39 persen mengalami penurunan 3,10 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan wilayah ini mencapai 777,96 ribu rupiah per kapita per bulan, jauh lebih tinggi dibanding tiga kabupaten lain dalam kelompok perbandingan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 38,39 juta rupiah per tahun, dengan total 15.940 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin.
Kota Ambon
Memiliki peringkat 461 nasional untuk persentase kemiskinan, menjadikannya wilayah dengan angka kemiskinan terendah di Provinsi Maluku. Angka persentase kemiskinan hanya 4,34 persen, dengan penurunan sangat besar 15,40 persen dalam satu tahun terakhir. Garis kemiskinan ditetapkan 783,70 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 57,38 juta rupiah per tahun.