Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2024 sebesar 10,5%, sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 10,63%. Jumlah penduduk miskin tercatat 73.750 jiwa dari total 757.444 penduduk.
Dibandingkan kabupaten lain di Jawa Timur, peringkat kemiskinan Trenggalek berada di tengah. Pertumbuhan persentase kemiskinan menunjukkan penurunan sebesar 1,22%. Namun, perlu dicermati fluktuasi data historis, dimana terjadi anomali pada periode 2020-2021 yang mengalami kenaikan, berbeda dengan kecenderungan penurunan yang terlihat secara umum.
(Baca: 10,09% Penduduk di Kabupaten Mahakam Hulu Masuk Kategori Miskin)
Jika ditarik data historis kemiskinan sejak tahun 2004, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 yakni 24,74%, sedangkan terendah pada tahun 2024 yakni 10,5%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 6,78% dan pertumbuhan terendah pada tahun 2009 turun 11,48%. Pada tahun 2024, Trenggalek berada di urutan ke-224 secara nasional.
Data perbandingan dengan kabupaten lain di Jawa Timur menunjukkan bahwa persentase kemiskinan Trenggalek relatif berdekatan dengan Kabupaten Bojonegoro, Gresik, Kediri, Madiun, Nganjuk, dan Situbondo. Perbandingan ini memberikan gambaran posisi Trenggalek dalam konteks regional.
Kabupaten Bojonegoro
Kabupaten Bojonegoro menduduki peringkat 184 secara nasional dengan persentase kemiskinan sebesar 11,69%. Jumlah penduduk miskin mencapai 147.330 jiwa dari total penduduk 1.365.109 jiwa. Garis kemiskinan di Bojonegoro tercatat sebesar Rp 471,45 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 76,81 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 3,86%, sementara persentase kemiskinan turun 4,02%. Pertumbuhan jumlah penduduk tercatat 0,67%.
Kabupaten Gresik
Kabupaten Gresik memiliki persentase kemiskinan 10,32% dan berada di peringkat 231 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Gresik adalah 142.390 jiwa dari total populasi 1.309.168 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 608,83 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Gresik tergolong tinggi dibandingkan kabupaten lain, yakni mencapai Rp 138,27 juta per tahun. Terjadi penurunan persentase kemiskinan sebesar 5,84%, dengan pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 0,96%. Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 4,91%.
(Baca: 7,69% Penduduk di Kota Jambi Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Kediri
Kabupaten Kediri dengan persentase kemiskinan 9,95%, berada di peringkat 241 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Kediri mencapai 159.270 jiwa dari total 1.688.468 jiwa. Garis kemiskinan tercatat sebesar Rp 403,62 ribu per kapita per bulan. Sementara pendapatan per kapita mencapai Rp 32,34 juta per tahun. Terjadi penurunan persentase kemiskinan sebesar 7,18% yang lebih tinggi dibandingkan kabupaten lain. Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan signifikan sebesar 6,96%. Pertumbuhan jumlah penduduk tercatat 0,56%.
Kabupaten Madiun
Kabupaten Madiun mencatatkan persentase kemiskinan 10,63% dan menduduki peringkat 221 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin sebanyak 73.150 jiwa dari total penduduk 739.230 jiwa. Garis kemiskinan di Madiun adalah Rp 460,21 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Madiun mencapai Rp 33,71 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan menurun sebesar 3,71%, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 3,59%. Terdapat penurunan jumlah penduduk sebesar 2,54%.
Kabupaten Nganjuk
Kabupaten Nganjuk memiliki persentase kemiskinan sebesar 10,17% dan menduduki peringkat 235 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 108.370 jiwa dari total 1.148.611 jiwa. Garis kemiskinan di Nganjuk adalah Rp 539,71 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Nganjuk mencapai Rp 32,05 juta per tahun. Terjadi penurunan persentase kemiskinan sebesar 6,61%. Jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan sebesar 6,46%, dan pertumbuhan jumlah penduduk tercatat 0,79%.
Kabupaten Situbondo
Kabupaten Situbondo memiliki persentase kemiskinan 11,51% dan berada di peringkat 191 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 80.170 jiwa dari total penduduk 688.525 jiwa. Garis kemiskinan di Situbondo adalah Rp 413,61 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Situbondo mencapai Rp 38,68 juta per tahun. Terjadi penurunan persentase kemiskinan sebesar 3,28%, dengan pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 1,48%. Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 2,97%.