Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Tanah Laut Turun 0,87% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan sebesar 3,27% pada 2025.
Angka tersebut turun 0,87% dari tahun sebelumnya sebesar 4,14%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,77%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Tanah Laut lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Tanah Laut yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 3,27% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 12 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Selatan, PoU di Kabupaten Tanah Laut ada di urutan ke-4. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Tanah Bumbu (2,48%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan (6,16%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Selatan pada 2025.
- Kabupaten Tanah Bumbu: 2,48%
- Kabupaten Tabalong: 2,52%
- Kabupaten Tapin: 2,76%
- Kabupaten Tanah Laut: 3,27%
- Kota Banjar Baru: 3,53%
- Kabupaten Balangan: 3,71%
- Kabupaten Hulu Sungai Tengah: 3,9%
- Kabupaten Kota Baru: 4,12%
- Kabupaten Banjar: 4,25%
- Kota Banjarmasin: 4,42%
(Baca: Populasi Muslim Indonesia Terbanyak di Asia Tenggara, Berapa Jumlahnya?)