Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Pohuwato Naik 5,86% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo sebesar 17,34% pada 2025.
Angka tersebut turun 0,88% dari tahun sebelumnya sebesar 18,22%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 5,86%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Pohuwato lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Pohuwato yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 17,34% dari total penduduk.
Dibanding 5 kabupaten/kota lain di Provinsi Gorontalo, PoU di Kabupaten Pohuwato ada di urutan ke-5. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Gorontalo (9,05%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Gorontalo Utara (21,04%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Gorontalo pada 2025.
- Kota Gorontalo: 9,05%
- Kabupaten Boalemo: 15,55%
- Kabupaten Bone Bolango: 16,03%
- Kabupaten Gorontalo: 16,05%
- Kabupaten Pohuwato: 17,34%
- Kabupaten Gorontalo Utara: 21,04%
(Baca: Indeks Pembangunan Gender Nasional Stagnan pada 2024)