443 Titik Panas Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Jumat, 5 Juni 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 05/06/2026 11:11 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 443 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 82 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Jumat (5/6/2026) pukul 11.11 WIB. Dari 443 titik panas terdeteksi, 2 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 426 titik skala sedang, dan 15 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Indikasi Luas Karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah dalam Sedekade Terakhir)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Nusa Tenggara Timur sebanyak 76 titik. Kalimantan Barat menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 56 titik. Sumatera Selatan berada di posisi ketiga sebanyak 49 titik panas.

Sebanyak 31 titik panas terdeteksi di Jawa Timur, Riau menyusul dengan 31 titik panas, serta Sumatera Barat dan Kalimantan Timur masing-masing memiliki 28 dan 19 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Banjir dan Karhutla, Bencana Terbanyak di Indonesia Sepanjang 2025)

Data Pasar

Macro update by
05 June 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Nilai Tukar USDIDR 17.976 +0.17
Neraca perdagangan (Apr) 89,10 -97.32
Ekspor Migas (Apr) 1,16 -9.81
Impor Migas (Apr) 4,60 +45.09
Ekspor (Apr) 25,30 +12.32
Impor (Apr) 25,21 +31.28
Kunjungan Wisman (Apr) 1,25 +14.75
Inflasi yoy (Mei) 3,08% +0.66
Inflasi mom (Mei) 0,28% +0.15
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Pertumbuhan ekonomi (tw) (Q1) 5,61 +4.08
NTP (Apr) 112,29 +0.43

Data Populer

Loading...