Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Minahasa Utara mengalami sedikit kenaikan. Persentase penduduk miskin mencapai 6.95%, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 14.320 jiwa dari total 227.713 jiwa.
Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi pertumbuhan angka kemiskinan sebesar 4.51%. Meski demikian, Kabupaten Minahasa Utara masih berada di peringkat 350 secara nasional untuk persentase kemiskinan. Perkembangan ini menunjukkan fluktuasi, dimana terjadi naik turunnya persentase kemiskinan.
(Baca: Maret 2025, Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan di Riau Rp.713,12 Ribu /Kapita/Bulan)
Data historis menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 10.29%, sementara terendah pada tahun 2022 sebesar 6.6%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 35.22%, dan terendah pada tahun 2018 turun 6.3%. Posisi Kabupaten Minahasa Utara dalam urutan persentase kemiskinan secara nasional juga fluktuatif, dengan peringkat terbaik ke-337 pada tahun 2007 dan terburuk ke-395 pada tahun 2012.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa Utara memiliki persentase kemiskinan yang hampir sama dengan Kota Bitung (6.27%) dan Kabupaten Minahasa (6.53%). Namun, lebih rendah dibandingkan Kabupaten Kepulauan Talaud (8.17%) dan lebih tinggi dari Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (5.87%).
Kota Bitung
Kota Bitung menduduki peringkat 391 secara nasional dalam persentase kemiskinan dengan angka 6.27%. Jumlah penduduk miskin mencapai 14.500 jiwa dari total 214.724 jiwa. Garis kemiskinan di kota ini mencapai Rp 518.405,00 per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat sebesar Rp 105.34 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk mengalami penurunan turun 5.83%, sementara persentase kemiskinan juga mengalami penurunan turun 4.42%.
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Dengan persentase kemiskinan sebesar 5.87%, Bolaang Mongondow Timur menempati peringkat 405 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin tercatat 4.410 jiwa dari total populasi 91.051 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini sebesar Rp 433.873,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 45.22 juta per tahun. Terjadi pertumbuhan penduduk sebesar 1.05% dan pertumbuhan kemiskinan sebesar 1.21%.
(Baca: 11,05% Penduduk di Kabupaten Aceh Besar Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 7.88%, menempatkannya pada peringkat 313 secara nasional. Jumlah penduduk miskin sebanyak 6.600 jiwa dari total 87.627 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini tercatat sebesar Rp 334.448,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita sebesar Rp 40.64 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk mencapai 1.32%, namun persentase kemiskinan mengalami sedikit penurunan turun 0.25%.
Kabupaten Bolaang Mongondow
Kabupaten Bolaang Mongondow memiliki persentase kemiskinan 7.74% dan menduduki peringkat 320 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.190 jiwa dari total 255.896 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 415.628,00 per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita mencapai Rp 44.76 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk sedikit naik sebesar 0.82%, namun pertumbuhan kemiskinan melonjak tinggi mencapai 5.02%.
Kabupaten Kepulauan Talaud
Kabupaten Kepulauan Talaud memiliki tingkat kemiskinan 8.17%, membuatnya berada di peringkat 303 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini adalah 7.740 jiwa dari total populasi 100.645 jiwa. Garis kemiskinan tercatat sebesar Rp 364.581,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat di kabupaten ini adalah Rp 31.51 juta per tahun. Kabupaten ini mengalami penurunan pertumbuhan penduduk turun 0.13% dan penurunan kemiskinan turun 3.43%.
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa memiliki persentase kemiskinan 6.53%, menempatkannya di posisi 380 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 22.780 jiwa dari total 329.391 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 352.693,00 per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai Rp 68.01 juta per tahun. Kabupaten ini mengalami penurunan pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan turun 4.67%, dan penurunan persentase kemiskinan turun 4.95%.