Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Kota Padang Panjang Turun 5,33% pada 2024

1
Irfan Fadhlurrahman 05/09/2025 08:42 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Padang Panjang Provinsi Sumatera Barat (2017-2024)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat mencapai 5,33% pada 2024.

Angka tersebut turun 1,48% dari tahun sebelumnya sebesar 6,81%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,75%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kota Padang Panjang lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Padang Panjang yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 5,33% dari total penduduk.

Dibanding 18 kabupaten/kota lain di Provinsi Sumatera Barat, PoU di Kota Padang Panjang ada di urutan pertama. Wilayah dengan PoU tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Solok Selatan (10,95%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sumatera Barat pada 2024.

  1. Kota Padang Panjang: 5,33%
  2. Kota Pariaman: 7,3%
  3. Kota Bukit Tinggi: 7,35%
  4. Kabupaten Dharmasraya: 7,51%
  5. Kota Solok: 7,89%
  6. Kota Payakumbuh: 8,17%
  7. Kota Sawahlunto: 8,19%
  8. Kabupaten Pasaman Barat: 8,55%
  9. Kota Padang: 8,57%
  10. Kabupaten Sawahlunto/sijunjung: 8,67%

(Baca: Jawa Timur, Provinsi dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak September 2024)

Data Populer

Loading...