Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Manokwari Selatan Turun 18,81% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 08/05/2026 13:25 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat mencapai 18,81% pada 2025.

Angka tersebut turun 1,2% dari tahun sebelumnya sebesar 20,01%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 1,96%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Manokwari Selatan lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Manokwari Selatan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 18,81% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 6 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Barat, PoU di Kabupaten Manokwari Selatan ada di urutan ke-3. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Teluk Wondama (15,98%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Pegunungan Arfak (30,71%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Barat pada 2025.

  1. Kabupaten Teluk Wondama: 15,98%
  2. Kabupaten Teluk Bintuni: 17,54%
  3. Kabupaten Manokwari Selatan: 18,81%
  4. Kabupaten Manokwari: 19,68%
  5. Kabupaten Fak Fak: 21,22%
  6. Kabupaten Kaimana: 21,98%
  7. Kabupaten Pegunungan Arfak: 30,71%

(Baca: 146 Juta Penduduk RI Bekerja pada Agustus 2025, Mayoritas Buruh)

Data Stories Terkini
Databoks Premium

Data Populer

Loading...