Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Situbondo Naik 4,02% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mencapai 17,35% pada 2024.
Angka tersebut naik 4,02% dari tahun sebelumnya sebesar 13,33%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 6,17%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kabupaten Situbondo lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Situbondo yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 17,35% dari total penduduk.
Dibanding 37 kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Timur, PoU di Kabupaten Situbondo ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Surabaya (2,37%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur pada 2024.
- Kota Surabaya: 2,37%
- Kabupaten Gresik: 2,9%
- Kabupaten Sidoarjo: 3,07%
- Kota Batu: 3,49%
- Kota Pasuruan: 4,29%
- Kota Mojokerto: 4,33%
- Kota Probolinggo: 4,47%
- Kota Malang: 4,99%
- Kabupaten Lamongan: 5,3%
- Kota Kediri: 5,31%
(Baca: Maluku Kantongi Angka Ketidakcukupan Pangan Anak Tertinggi di RI 2024)