Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Kupang tahun 2025 sebesar 20,32 persen. Angka ini turun 1,05 persen dari tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 87.500 jiwa atau berkurang 2.840 jiwa dibandingkan periode 2024.
(Baca: Update 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Toli Toli Rp.50,42 Juta)
Sepanjang pencatatan 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat tertinggi pada tahun 2006 sebesar 33,84 persen. Angka terendah pernah dicapai pada tahun 2011 sebesar 19,54 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi tercatat pada tahun 2015 yaitu 22,68 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi tahun 2010 sebesar 13,99 persen.
Saat ini Kabupaten Kupang menempati urutan ke 52 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Dalam kurun 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan berada di angka 21,16 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 21,63 persen. Angka 2025 tercatat lebih rendah dari kedua rata-rata periode tersebut.
Kabupaten Ende
Wilayah ini menempati urutan 45 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 21,31 persen dan turun sedikit 5,58 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin ada 58.920 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 549,36 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 30,22 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,69 persen.
Kabupaten Lembata
Pada urutan 39 nasional persentase kemiskinan, tercatat angka 23,27 persen dengan penurunan sebesar 3,92 persen pada periode pencatatan terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 36.780 jiwa, dengan garis kemiskinan 538,77 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 16,95 juta rupiah per tahun.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Jawa Timur | 2025)
Kabupaten Manggarai Timur
Menempati urutan 37 nasional persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 23,51 persen dengan penurunan sebesar 5,58 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 70.990 jiwa, garis kemiskinan berada pada angka 485,25 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 15,23 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Manggarai
Urutan 58 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 18,10 persen dengan penurunan sebesar 4,79 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 65.810 jiwa, dengan garis kemiskinan 472,89 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 18,76 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Timor Tengah Utara
Pada urutan 53 nasional persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 20,17 persen dengan penurunan sebesar 3,45 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 53.440 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 516,06 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 19,77 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Alor
Menempati urutan 56 nasional persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 18,29 persen dengan penurunan terbesar di antara seluruh kabupaten pembanding yaitu sebesar 7,95 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 38.680 jiwa, garis kemiskinan berada pada angka 464,87 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 18,78 juta rupiah per tahun.