Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Sidenreng Rappang pada tahun 2024 sebesar 5,02%, sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,14%. Dengan jumlah penduduk 330.198 jiwa, terdapat 15.480 penduduk miskin di kabupaten ini.
Secara historis, angka kemiskinan di Sidenreng Rappang fluktuatif. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 8,38%, sedangkan terendah pada tahun 2019 sebesar 4,79%. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah tercatat pada tahun 2009 dengan -11,91%, sementara tertinggi pada tahun 2005 dengan 3,58%. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 5,09%, angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Namun, dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 5,04%, angka kemiskinan saat ini sedikit lebih rendah.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur di Kab. Batu Bara | 2024)
Secara nasional, Kabupaten Sidenreng Rappang berada di urutan ke-444 dalam persentase kemiskinan. Urutan ini sempat bergeser naik turun dari 352 pada tahun 2004 menjadi 450 pada tahun 2019, sebelum akhirnya berada di posisi saat ini. Di Pulau Sulawesi, kabupaten ini berada di peringkat ke-79 dalam hal persentase kemiskinan.
Dibandingkan dengan kabupaten lain di Sulawesi Selatan yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Sidenreng Rappang menunjukkan angka yang relatif stabil. Kabupaten Luwu Timur memiliki persentase kemiskinan 6,55%, Kota Makassar 4,97%, Kota Parepare 5,27%, dan Kabupaten Wajo 6,47%.
Kabupaten Luwu Timur
Kabupaten Luwu Timur menempati urutan ke-376 secara nasional dalam persentase kemiskinan. Jumlah penduduk miskin tercatat 20.700 jiwa dari total penduduk 316 ribu jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp 460,35 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 97,18 juta per tahun, namun mengalami kontraksi pertumbuhan turun 2,32%. Penurunan pertumbuhan ini menjadi perhatian, mengingat daerah lain cenderung menunjukkan peningkatan. Angka kemiskinan di Luwu Timur lebih tinggi dibanding Sidenreng Rappang.
Kota Makassar
Kota Makassar menduduki peringkat ke-445 dalam skala nasional dalam hal persentase kemiskinan. Jumlah penduduk miskin tercatat sangat tinggi mencapai 79.530 jiwa dari total penduduk 1,48 juta jiwa. Garis kemiskinan di kota ini adalah Rp 592,75 ribu per kapita per bulan, menunjukkan biaya hidup yang lebih tinggi. Pendapatan per kapita mencapai Rp 165,95 juta per tahun. Meskipun jumlah penduduk miskin besar, persentase kemiskinan Makassar lebih rendah dari Sidenreng Rappang.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Banjarnegara pada 2024)
Kota Parepare
Dengan persentase kemiskinan, Kota Parepare berada di urutan ke-431 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kota ini adalah 7.940 jiwa dari total penduduk 161.599 jiwa. Garis kemiskinan di Parepare adalah Rp 467,15 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 61,97 juta per tahun dengan pertumbuhan positif 5,43%. Meskipun memiliki jumlah penduduk miskin yang lebih sedikit dibandingkan Sidenreng Rappang, persentase kemiskinan di Parepare sedikit lebih tinggi.
Kabupaten Wajo
Kabupaten Wajo menempati urutan ke-384 secara nasional dalam persentase kemiskinan. Jumlah penduduk miskin mencapai 26.570 jiwa dari total penduduk 410.729 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp 431,29 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 66,71 juta per tahun, dengan pertumbuhan yang cukup baik sebesar 4,87%. Dibandingkan dengan Sidenreng Rappang, Wajo memiliki persentase kemiskinan yang lebih tinggi, namun pertumbuhan ekonominya cukup menjanjikan.