Kabupaten Belu mencatatkan total populasi sebanyak 235.028 jiwa pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan penduduk di kabupaten ini sebesar 1,29 persen. Jumlah penduduk laki-laki tercatat sebanyak 116.843 jiwa, sementara jumlah penduduk perempuan sedikit lebih tinggi, yaitu 118.185 jiwa.
Berdasarkan data kelompok umur, mayoritas penduduk Kabupaten Belu terkonsentrasi pada kelompok usia 15-59 tahun yang merupakan usia produktif. Jumlah penduduk pada kelompok usia ini mencapai 145.284 jiwa, terdiri dari 71.656 laki-laki dan 73.628 perempuan. Kelompok usia 0-14 tahun menempati posisi kedua dengan jumlah 69.890 jiwa, terbagi atas 35.040 laki-laki dan 34.850 perempuan. Sementara itu, kelompok usia di atas 60 tahun berjumlah paling sedikit, yaitu 19.854 jiwa, terdiri dari 10.147 laki-laki dan 9.707 perempuan.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Bengkalis pada 2024)
Secara keseluruhan, persentase penduduk laki-laki di Kabupaten Belu adalah 49,7 persen, sedangkan persentase penduduk perempuan adalah 50,3 persen. Perbedaan yang tipis ini menunjukkan keseimbangan gender yang relatif merata di wilayah tersebut. Pada kelompok usia produktif, persentase penduduk laki-laki berkisar antara 15 persen (usia 0-14 tahun) hingga 30 persen (usia 15-59 tahun). Sementara persentase penduduk perempuan pada kelompok usia produktif berkisar antara 15 persen (usia 0-14 tahun) hingga 31 persen (usia 15-59 tahun).
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur di Kab. Katingan | 2024)
Melihat data lebih rinci berdasarkan kelompok umur lima tahunan, kelompok usia 5-9 tahun memiliki jumlah penduduk tertinggi, yaitu 24.596 jiwa. Disusul oleh kelompok usia 0-4 tahun dengan 22.345 jiwa dan kelompok usia 10-14 tahun dengan 22.949 jiwa. Jumlah penduduk cenderung menurun seiring bertambahnya usia, dengan kelompok usia di atas 75 tahun memiliki jumlah penduduk paling sedikit, yaitu 3.210 jiwa.
Distribusi penduduk berdasarkan kelompok umur ini memberikan gambaran tentang struktur demografi Kabupaten Belu. Dominasi kelompok usia produktif menunjukkan potensi sumber daya manusia yang besar. Namun, perlu diperhatikan juga kebutuhan kelompok usia muda dalam hal pendidikan dan kesehatan, serta kelompok usia lanjut dalam hal jaminan sosial dan layanan kesehatan.