Gunung Semeru Kembali Erupsi Malam Ini (Rabu, 18 Februari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Rabu (18/2/2026) pukul 19.42 WIB. Dalam sepekan terakhir, Gunung Semeru sudah erupsi 33 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati mencapai None meter di atas puncak atau None meter di atas permukaan laut.
Visual letusan tidak teramati. Erupsi Gunung Semeru masih berlangsung saat laporan ini dibuat.
(Baca: Hampir 5 Ribu Kejadian Bencana Alam di Indonesia Sepanjang 2023, Karhutla Mendominasi)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Semeru di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 18 Februari 2026 pukul 12.00-18.00 WIB menunjukkan terjadi 21 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12-23 milimeter dan lama gempa 88-138 detik.
Kemudian, 3 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-7 milimeter dan lama gempa 30-69 detik serta 1 kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 16 milimeter dan lama gempa 1956 detik.
PVMBG menghimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 669 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi dengan 353 kali letusan.
(Baca: Banyak Karhutla di Area Konsesi, Terutama Konsesi Sawit)