Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Pamekasan Capai 14,36% pada 2024
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur sebesar 14,36% pada 2024.
Angka tersebut naik 4,93% dari tahun sebelumnya sebesar 9,43%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 5,07%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kabupaten Pamekasan lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Pamekasan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 14,36% dari total penduduk.
Dibanding 37 kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Timur, PoU di Kabupaten Pamekasan ada di urutan ke-35. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Surabaya (2,37%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Situbondo (17,35%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur pada 2024.
- Kota Surabaya: 2,37%
- Kabupaten Gresik: 2,9%
- Kabupaten Sidoarjo: 3,07%
- Kota Batu: 3,49%
- Kota Pasuruan: 4,29%
- Kota Mojokerto: 4,33%
- Kota Probolinggo: 4,47%
- Kota Malang: 4,99%
- Kabupaten Lamongan: 5,3%
- Kota Kediri: 5,31%
(Baca: Ini Provinsi dengan Angka Kemiskinan Tertinggi di Pulau Jawa Awal 2025)