Kemenhut: Jumlah Titik Panas di Indonesia Capai 20.928 Dalam 24 Jam Terakhir (Sabtu, 3 Oktober 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 03/10/2026 11:15 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 20.928 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 3130 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Sabtu (3/10/2026) pukul 11.15 WIB. Dari 20.928 titik panas terdeteksi, 1278 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 18563 titik skala sedang, dan 1087 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Banjir dan Cuaca Ekstrem, Bencana Terbanyak di Indonesia pada 2025)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Tengah sebanyak 5941 titik. Papua Selatan menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 3043 titik. Sumatera Selatan berada di posisi ketiga sebanyak 2504 titik panas.

Sebanyak 2010 titik panas terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur menyusul dengan 1360 titik panas, serta Maluku Utara dan Kalimantan Selatan masing-masing memiliki 1031 dan 897 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Jumlah Rumah Rusak karena Banjir dan Longsor Sumatra (16 Desember 2025))

Data Pasar

Macro update by
03 October 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Sep) 3,28% +0.09
Inflasi mom (Agu) 0,21% +0.35
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.889 -0.41
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Ekspor Migas (Agu) 992,20 +25.98
Neraca perdagangan (Agu) 3,55 +2,814.03
Impor Migas (Jul) 3,77 -17.33
Ekspor (Agu) 26,61 +1.51
Impor (Jul) 26,09 +0.72
Kunjungan Wisman (Agu) 1,60 +4.89
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...