Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian merilis data total pendapatan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah sampai akhir tahun 2025. Berdasarkan catatan historis sejak 1994, pendapatan daerah ini mencatatkan nilai akhir sebesar Rp 583,36 Miliar pada tahun 2025. Nilai ini mengalami kontraksi sebesar 61,55 persen dibanding tahun 2024 yang sempat mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah yakni Rp 1,517 Triliun. Selama 31 tahun pencatatan, rata-rata pertumbuhan pendapatan per tahun mencapai 11,08 persen dengan total peningkatan sebesar 2243 persen sejak periode awal.
(Baca: 72,7% Penduduk di Kabupaten Sumba Barat Beragama Protestan)
Sepanjang periode pencatatan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2001 dengan lonjakan 160,99 persen, sementara penurunan terdalam tercatat pada tahun 2025 ini. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir menunjukkan kontraksi sebesar 15,41 persen, jauh lebih buruk dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang tercatat minus 10,46 persen. Kondisi ini menempatkan nilai pendapatan 2025 berada di bawah rata-rata historis pendapatan daerah yang mencapai Rp 677,75 Miliar.
Pada tahun 2025, Kabupaten Poso menempati peringkat 28 dari seluruh kabupaten kota di wilayah Pulau Sulawesi, serta peringkat 294 secara nasional. Peringkat ini mengalami penurunan drastis dibanding 5 tahun sebelumnya yang sempat berada di posisi 14 tingkat pulau dan 219 secara nasional. Selama 5 tahun terakhir tercatat sebanyak 3 kali periode penurunan pendapatan, 1 kali periode stagnan dan hanya 1 kali periode kenaikan.
Sebagai perbandingan di tingkat wilayah, berikut adalah catatan pendapatan daerah lain pada periode yang sama:
Kabupaten Manggarai Barat
Kabupaten Manggarai Barat menempati peringkat 21 tingkat pulau dan 291 secara nasional pada tahun 2025, dengan nilai pendapatan tercatat sebesar Rp 585,70 Miliar. Daerah ini mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 50,24 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan selisih penurunan mencapai Rp 591,43 Miliar. Meskipun sama-sama mengalami kontraksi, tingkat penurunan di wilayah ini sedikit lebih baik dibanding Kabupaten Poso, dengan selisih persentase pertumbuhan sebesar 11,31 poin. Nilai pendapatan daerah ini juga tercatat sedikit lebih tinggi sekitar Rp 2,34 Miliar dibanding nilai pendapatan Kabupaten Poso pada tahun yang sama.
Kabupaten Dompu
Kabupaten Dompu tercatat menempati peringkat 22 tingkat pulau dan 292 secara nasional, dengan total pendapatan tahun 2025 sebesar Rp 585,29 Miliar. Wilayah ini mengalami penurunan pendapatan sebesar 55,83 persen dibanding periode sebelumnya, dengan selisih nilai penurunan mencapai Rp 739,67 Miliar. Peringkat wilayah ini berada satu tingkat di atas Kabupaten Poso di tingkat nasional, dengan selisih nilai pendapatan hanya sebesar Rp 1,93 Miliar lebih tinggi. Tingkat kontraksi pendapatan di wilayah ini juga tercatat lebih dalam dibanding Manggarai Barat namun masih sedikit lebih baik dibanding penurunan yang terjadi di Kabupaten Poso.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Australia 2024)
Kabupaten Manokwari
Kabupaten Manokwari menempati urutan 20 tingkat pulau dan 293 secara nasional pada tahun 2025, dengan nilai total pendapatan tercatat sebesar Rp 584,68 Miliar. Wilayah ini mencatatkan kontraksi pendapatan terdalam diantara kelompok wilayah perbandingan yakni sebesar 62,52 persen, dengan selisih penurunan mencapai Rp 975,11 Miliar. Meskipun memiliki peringkat nasional satu tingkat di atas Kabupaten Poso, tingkat penurunan pendapatan di wilayah ini justru sedikit lebih dalam dibanding penurunan yang dialami Kabupaten Poso. Selisih nilai pendapatan antara kedua wilayah ini hanya tercatat sebesar Rp 1,32 Miliar.
Kabupaten Sigi
Kabupaten Sigi yang juga berada di wilayah Pulau Sulawesi menempati peringkat 29 tingkat pulau dan 295 secara nasional, dengan nilai total pendapatan tahun 2025 sebesar Rp 582,86 Miliar. Wilayah ini mengalami penurunan pendapatan sebesar 59,73 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan selisih penurunan mencapai Rp 864,51 Miliar. Peringkat nasional wilayah ini berada satu tingkat dibawah Kabupaten Poso, dengan nilai pendapatan tercatat sedikit lebih rendah sebesar Rp 0,5 Miliar. Tingkat kontraksi pendapatan di wilayah ini tercatat hampir setara dengan penurunan yang dialami Kabupaten Poso pada periode yang sama.
Kabupaten Pidie Jaya
Kabupaten Pidie Jaya dari wilayah Sumatera menempati peringkat 74 tingkat pulau dan 296 secara nasional, dengan total pendapatan tahun 2025 sebesar Rp 582,35 Miliar. Wilayah ini mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 37,97 persen, menjadi tingkat kontraksi terkecil diantara seluruh wilayah dalam daftar perbandingan. Peringkat nasional wilayah ini berada dua tingkat dibawah Kabupaten Poso, dengan selisih nilai pendapatan sebesar Rp 1,01 Miliar lebih rendah. Tingkat penurunan pendapatan di wilayah ini tercatat jauh lebih baik sebesar 23,58 poin persentase dibanding penurunan yang dialami Kabupaten Poso.
Kabupaten Bangka
Kabupaten Bangka juga berasal dari wilayah Sumatera, menempati peringkat 75 tingkat pulau dan 297 secara nasional dengan nilai total pendapatan tahun 2025 sebesar Rp 582,07 Miliar. Wilayah ini mengalami penurunan pendapatan sebesar 54,1 persen dibanding periode sebelumnya, dengan selisih penurunan mencapai Rp 686,18 Miliar. Peringkat nasional wilayah ini merupakan yang terendah diantara seluruh daftar perbandingan, dengan nilai pendapatan tercatat sebesar Rp 1,29 Miliar lebih rendah dibanding Kabupaten Poso. Tingkat kontraksi pendapatan di wilayah ini tercatat sedikit lebih baik sebesar 7,45 poin persentase dibanding Kabupaten Poso.