Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur semester 2025 sebesar 12,18 persen. Angka ini turun sedikit 0,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total penduduk miskin tercatat 18.630 jiwa atau berkurang 50 jiwa dari periode 2024.
Sepanjang periode 2007 sampai 2025, persentase kemiskinan daerah ini pernah mencapai nilai tertinggi 16,05 persen pada tahun 2007, serta tercatat nilai terendah 12,01 persen pada tahun 2011. Pada tahun 2015 terjadi lonjakan paling tajam dengan pertumbuhan angka kemiskinan sebesar 19,63 persen.
(Baca: Harga Beras Kualitas Medium II di Pasar Tradisional Papua Hari Ini Naik ke Rp18,85 Ribu , Update 05 Juni 2026)
Secara nasional, Kabupaten Nagekeo menempati urutan 143 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan tahun 2025. Posisi ini bergeser membaik sebanyak 14 peringkat dibandingkan posisi pada tahun 2024 yang masih berada di urutan 157 nasional.
Kabupaten Belu
Berada di urutan 128 nasional untuk persentase kemiskinan, daerah ini mencatatkan angka 12,79 persen dengan penurunan sebesar 7,72 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 490,90 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 26,77 juta rupiah per tahun. Total penduduk miskin di wilayah ini tercatat 30.400 jiwa dengan penurunan tahunan sebesar 6,66 persen.
Kabupaten Flores Timur
Posisi peringkat nasional berada di angka 178 dengan persentase kemiskinan tercatat 10,88 persen. Tercatat penurunan angka kemiskinan sebesar 3,29 persen tahun ini, dengan garis kemiskinan 429,09 ribu rupiah per kapita per bulan serta pendapatan per kapita masyarakat sebesar 23,51 juta rupiah per tahun. Total penduduk miskin tercatat 28.920 jiwa pada periode laporan ini.
Kabupaten Manggarai Barat
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Menempati urutan 73 secara nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 16,09 persen dengan penurunan tahunan sebesar 3,88 persen. Garis kemiskinan berada di angka 477,23 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 17,76 juta rupiah per tahun. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak yaitu 49.550 jiwa dari seluruh daftar kabupaten perbandingan.
Kabupaten Ngada
Peringkat 164 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,22 persen dengan penurunan tahunan sebesar 5,48 persen. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 510,27 ribu rupiah per kapita per bulan, nilai tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten pada daftar perbandingan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 27,07 juta rupiah per tahun dengan total penduduk miskin 19.530 jiwa.
Kabupaten Malaka
Berada di urutan 109 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 13,52 persen dengan penurunan tahunan sebesar 2,87 persen. Garis kemiskinan berada di angka 494,02 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 20,66 juta rupiah per tahun. Total penduduk miskin di wilayah ini tercatat 28.050 jiwa pada periode laporan 2025.
Kabupaten Sikka
Menempati peringkat 162 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,25 persen dengan penurunan tahunan sebesar 5,38 persen. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 447,47 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 21,14 juta rupiah per tahun. Total penduduk miskin tercatat 36.740 jiwa dengan penurunan tahunan sebesar 5,14 persen.