Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Nagekeo tahun 2025 sebesar 12,18 persen. Angka ini turun sedikit 0,12 persen dibanding tahun 2024 yang tercatat 12,3 persen, dengan total penduduk miskin saat ini berjumlah 18.630 jiwa. Secara nasional kabupaten ini menempati peringkat 143 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Sepanjang periode 2007 hingga 2025, persentase kemiskinan Kabupaten Nagekeo pernah mencatat nilai tertinggi pada tahun 2007 sebesar 16,05 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2022 sebesar 12,05 persen. Anomali peningkatan tajam terjadi pada tahun 2015 dengan pertumbuhan angka kemiskinan sebesar 19,63 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi sepanjang catatan data.
(Baca: 0,01% Penduduk di Kabupaten Malang Beraliran Kepercayaan)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 12,27 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 12,35 persen. Peringkat nasional kabupaten ini terus membaik selama 3 tahun terakhir, bergeser dari peringkat 191 pada tahun 2022, menjadi 157 pada 2024, hingga peringkat 143 pada tahun 2025.
Kabupaten Belu
Wilayah ini menempati peringkat 128 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 12,79 persen dan turun sebesar 7,72 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 30.400 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 490,90 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 26,77 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Flores Timur
Dengan persentase kemiskinan 10,88 persen, wilayah ini berada di peringkat 178 seluruh Indonesia dan mencatat penurunan sebesar 3,29 persen pada periode terakhir. Total penduduk miskin tercatat 28.920 jiwa, garis kemiskinan 429,09 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 23,51 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Manggarai Barat
(Baca: Desember 2025, Jumlah Penduduk Miskin di Sulawesi Barat 149,88 Ribu Jiwa)
Peringkat 73 secara nasional menjadi catatan wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan yang tercatat 16,09 persen, dengan penurunan sebesar 3,88 persen pada tahun berjalan. Jumlah penduduk miskin mencapai 49.550 jiwa, garis kemiskinan 477,23 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita tercatat 17,76 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Ngada
Persentase kemiskinan tercatat 11,22 persen dan menempati peringkat 164 secara nasional, dengan penurunan sebesar 5,48 persen pada periode laporan terakhir. Total penduduk miskin berjumlah 19.530 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 510,27 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 27,07 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Malaka
Wilayah ini mencatat persentase kemiskinan 13,52 persen dan berada di peringkat 109 seluruh Indonesia, dengan penurunan angka kemiskinan sebesar 2,87 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 28.050 jiwa, garis kemiskinan 494,02 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 20,66 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sikka
Dengan persentase kemiskinan 11,25 persen, wilayah ini menempati peringkat 162 secara nasional dan mencatat penurunan sebesar 5,38 persen pada periode laporan. Total penduduk miskin berjumlah 36.740 jiwa, garis kemiskinan tercatat 447,47 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 21,14 juta rupiah per tahun.