Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Manokwari Capai 19,68% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 07/05/2026 13:25 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat sebesar 19,68% pada 2025.

Angka tersebut turun 2,5% dari tahun sebelumnya sebesar 22,18%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 1,22%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Manokwari lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Manokwari yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 19,68% dari total penduduk.

Dibanding 6 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Barat, PoU di Kabupaten Manokwari ada di urutan ke-4. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Teluk Wondama (15,98%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Pegunungan Arfak (30,71%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Barat pada 2025.

  1. Kabupaten Teluk Wondama: 15,98%
  2. Kabupaten Teluk Bintuni: 17,54%
  3. Kabupaten Manokwari Selatan: 18,81%
  4. Kabupaten Manokwari: 19,68%
  5. Kabupaten Fak Fak: 21,22%
  6. Kabupaten Kaimana: 21,98%
  7. Kabupaten Pegunungan Arfak: 30,71%

(Baca: Target Pembangunan Jalan Tol 2025-2029, Proyek Terbesar di Jawa)

Data Populer

Loading...