Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Gorontalo Utara Naik 6,98% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 20/04/2026 13:11 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo sebesar 21,04% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,52% dari tahun sebelumnya sebesar 20,52%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 6,98%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Gorontalo Utara lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Gorontalo Utara yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 21,04% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 5 kabupaten/kota lain di Provinsi Gorontalo, PoU di Kabupaten Gorontalo Utara ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Gorontalo (9,05%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Gorontalo pada 2025.

  1. Kota Gorontalo: 9,05%
  2. Kabupaten Boalemo: 15,55%
  3. Kabupaten Bone Bolango: 16,03%
  4. Kabupaten Gorontalo: 16,05%
  5. Kabupaten Pohuwato: 17,34%
  6. Kabupaten Gorontalo Utara: 21,04%

(Baca: Jumlah Pembangunan Smelter Pengolahan Hasil Tambang di RI 2015-2024)

Data Populer

Loading...