Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester kemiskinan Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 35,46 persen, turun sedikit sebesar 1,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin bertambah 70 jiwa menjadi total 48.850 jiwa pada periode laporan ini.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Laki-Laki di Perkotaan dengan Keluhan Kesehatan Periode 2013-2024)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi sebesar 54,21 persen pada tahun 2006. Titik terendah tercatat pada tahun 2020 dengan angka 34,74 persen. Saat ini Kabupaten Puncak Jaya berada di urutan ke 6 nasional untuk persentase kemiskinan tertinggi seluruh Indonesia.
Dari catatan historis, 3 tahun terakhir persentase kemiskinan wilayah ini berada pada rata-rata 35,67 persen. Rata-rata 5 tahun terakhir tercatat sebesar 35,86 persen. Peringkat nasional wilayah ini terus membaik selama 4 tahun terakhir, bergeser dari urutan 8 menjadi urutan 6 saat ini.
Kabupaten Deiyai
Berada di peringkat 3 nasional persentase kemiskinan tertinggi, wilayah ini mencatatkan angka 37,29 persen dengan penurunan sebesar 4,41 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan disini tercatat 817,17 ribu rupiah per kapita per bulan, tumbuh 6,06 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 29.840 jiwa, dengan penurunan jumlah sebesar 3,27 persen dibanding periode sebelumnya.
Kabupaten Dogiyai
Peringkat 14 nasional untuk angka kemiskinan, dengan catatan persentase saat ini sebesar 29,34 persen dan mengalami penurunan sebesar 2,30 persen. Pendapatan per kapita masyarakat disini mencapai 13,57 juta rupiah per tahun, tumbuh 3,15 persen. Garis kemiskinan tercatat 752,60 ribu rupiah per kapita per bulan, tumbuh 6,09 persen periode laporan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mimika | 2004 - 2025)
Kabupaten Mimika
Menduduki peringkat 101 nasional persentase kemiskinan dengan angka 13,70 persen, mengalami penurunan 3,39 persen tahun ini. Wilayah ini memiliki pendapatan per kapita tertinggi di kelompok ini yaitu 395,26 juta rupiah per tahun, meskipun mengalami penurunan 11,44 persen. Garis kemiskinan disini merupakan yang tertinggi yaitu 1.166,47 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Nabire
Berada di urutan 41 nasional angka kemiskinan dengan nilai 22,65 persen, mengalami penurunan sebesar 5,63 persen pada laporan ini. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 91,10 juta rupiah per tahun, tumbuh 6,92 persen. Garis kemiskinan disini tercatat 884,60 ribu rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 6,11 persen.
Kabupaten Paniai
Peringkat 5 nasional untuk persentase kemiskinan tertinggi, mencatatkan angka 36,31 persen dengan penurunan 2,05 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 63.260 jiwa, angka tertinggi di kelompok kabupaten perbandingan ini. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 23,44 juta rupiah per tahun, tumbuh 3,85 persen.
Kabupaten Puncak
Berada di peringkat 4 nasional persentase kemiskinan tertinggi dengan nilai 36,94 persen, mengalami penurunan sebesar 1,47 persen periode ini. Garis kemiskinan disini tercatat 943,35 ribu rupiah per kapita per bulan, tumbuh 6,15 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 43.550 jiwa, dengan penurunan jumlah sebesar 0,41 persen dibanding tahun sebelumnya.