Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Sumba Barat Turun 11,57% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 20/10/2026 11:03 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur sebesar 11,57% pada 2025.

Angka tersebut turun 0,43% dari tahun sebelumnya sebesar 12,0%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,91%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Sumba Barat lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Sumba Barat yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 11,57% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 21 kabupaten/kota lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur, PoU di Kabupaten Sumba Barat ada di urutan ke-10. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Sumba Timur (8,96%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Kupang (13,85%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 2025.

  1. Kabupaten Sumba Timur: 8,96%
  2. Kabupaten Sumba Tengah: 9,68%
  3. Kabupaten Sumba Barat Daya: 10,51%
  4. Kabupaten Manggarai: 10,85%
  5. Kabupaten Nagekeo: 11,24%
  6. Kabupaten Manggarai Barat: 11,3%
  7. Kabupaten Ngada: 11,35%
  8. Kabupaten Timor Tengah Selatan: 11,46%
  9. Kabupaten Sumba Barat: 11,57%
  10. Kabupaten Ende: 11,79%

(Baca: 69% Penduduk Indonesia Tergolong Usia Produktif pada Semester I 2026)

Data Stories Terkini

Data Pasar

Macro update by
20 October 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Sep) 3,28% +0.09
Inflasi mom (Agu) 0,21% +0.35
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.998 -0.28
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Ekspor Migas (Agu) 992,20 +25.98
Neraca perdagangan (Agu) 3,55 +2,814.03
Impor Migas (Agu) 3,53 -6.37
Ekspor (Agu) 26,61 +1.51
Impor (Agu) 23,06 -11.63
Kunjungan Wisman (Agu) 1,60 +4.89
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...