Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Paser Turun 0,58% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur sebesar 11,06% pada 2025.
Angka tersebut naik 2,62% dari tahun sebelumnya sebesar 8,44%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 0,58%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Paser lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Paser yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 11,06% dari total penduduk.
Dibanding 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Timur, PoU di Kabupaten Paser ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Berau (6,84%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Timur pada 2025.
- Kabupaten Berau: 6,84%
- Kota Bontang: 7,6%
- Kabupaten Kutai Timur: 7,98%
- Kota Balikpapan: 8,24%
- Kabupaten Kutai Barat: 8,33%
- Kabupaten Penajam Paser Utara: 8,45%
- Kota Samarinda: 8,55%
- Kabupaten Kutai Kartanegara: 8,69%
- Kabupaten Mahakam Hulu: 9,02%
- Kabupaten Paser: 11,06%
(Baca: Pembangunan IKN Telan Anggaran Rp43,3 Triliun pada 2024)