Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2024 sebesar 14,51%. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 7,17% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 185.030 jiwa dari total 1.427.856 jiwa, Lombok Timur menduduki peringkat ke-106 secara nasional.
Perkembangan kemiskinan di Lombok Timur mengalami fluktuasi selama dua dekade terakhir. Persentase tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 27,74%. Sementara persentase terendah terjadi pada tahun 2024. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 2,70%, dan pertumbuhan terendah pada tahun 2007 turun 7,71%. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 15,09%, angka kemiskinan saat ini lebih rendah.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Trenggalek | 2004 - 2024)
Jika dibandingkan dengan 5 tahun terakhir (2020-2024) yang mencapai 15,14%, kondisi saat ini juga menunjukkan perbaikan. Secara nasional, peringkat kemiskinan Lombok Timur bergeser dari peringkat 93 pada tahun 2004 menjadi 106 pada tahun 2024. Di tingkat pulau Nusa Tenggara dan Bali, Lombok Timur berada di peringkat ke-17.
Di Nusa Tenggara Barat, persentase kemiskinan Lombok Timur berdekatan dengan beberapa kabupaten lain. Kabupaten Bima memiliki persentase kemiskinan 13,88%, Lombok Barat 12,65%, Lombok Utara 23,96%, dan Sumbawa 12,87%.
Kabupaten Bima
Kabupaten Bima mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 13,88% dan menduduki peringkat ke-125 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 72.920 jiwa dari total populasi 541.319 jiwa, dengan pertumbuhan 1,06%. Garis kemiskinan di Bima tercatat sebesar Rp 451,38 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,14%. Pendapatan per kapita masyarakat Bima adalah Rp 27,15 juta per tahun dan berada di urutan ke-451 secara nasional. Penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 2,44% mengindikasikan adanya upaya perbaikan kesejahteraan di kabupaten ini.
Kabupaten Lombok Barat
Dengan persentase kemiskinan 12,65%, Lombok Barat menduduki peringkat ke-149 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 96.570 jiwa dari total populasi 748.580 jiwa. Pertumbuhan jumlah penduduk tercatat sebesar 1,48%. Garis kemiskinan di Lombok Barat adalah Rp 576,47 ribu per kapita per bulan, tumbuh 5,5%. Pendapatan per kapita mencapai Rp 25,04 juta per tahun. Penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 5,98% menandakan adanya peningkatan taraf hidup masyarakat.
(Baca: 10,09% Penduduk di Kabupaten Mahakam Hulu Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Lombok Utara
Kabupaten Lombok Utara memiliki persentase kemiskinan tertinggi di antara kabupaten yang dibandingkan, yaitu 23,96% dan menempati urutan ke-39 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 56.430 jiwa dari total populasi 268.186 jiwa, tumbuh 2,2%. Garis kemiskinan di Lombok Utara adalah Rp 594,78 ribu per kapita per bulan, tumbuh 6,89%. Pendapatan per kapita adalah Rp 22,87 juta per tahun, dengan pertumbuhan 6,11%. Meski demikian, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 6,15%.
Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa mencatat persentase kemiskinan sebesar 12,87%, menempatkannya pada peringkat ke-148 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Sumbawa mencapai 63.000 jiwa dari total populasi 526.008 jiwa, tumbuh 0,79%. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat sebesar Rp 477,77 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan tertinggi di antara yang lain sebesar 8,1%. Pendapatan per kapita masyarakat Sumbawa mencapai Rp 34,50 juta per tahun, yang menjadi tertinggi di antara empat kabupaten. Penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 6,53% mengindikasikan adanya perbaikan ekonomi di wilayah ini.