Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, yang menunjukkan persentase penduduk miskin sebesar 14,8 persen, turun sedikit dari 15,51 persen tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -4,58 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 23.670 orang, turun 1.050 orang dibanding tahun 2023, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik menjadi 173.416 jiwa dengan pertumbuhan 1,85 persen. Di tingkat Sulawesi, kabupaten ini berada di peringkat ke-9 persentase kemiskinan, dan peringkat ke-101 se-Indonesia.
(Baca: Statistik Angka Partisipasi Kasar Periode 2013-2025)
Dari data historis kemiskinan periode 2004-2024, persentase kemiskinan Kabupaten Bone Bolango tahun 2024 (14,8 persen) lebih rendah dibanding rata-rata 3 tahun terakhir (15,45 persen) dan rata-rata 5 tahun terakhir (15,69 persen). Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 30,85 persen, sedangkan terendah pada tahun 2024. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi tahun 2008 turun 25,82 persen, dan tertinggi tahun 2005 sebesar 3,53 persen. Peringkat se-Indonesia mengalami pergeseran dari ke-72 pada 2004, naik ke-58 pada 2005, kemudian berfluktuasi hingga mencapai ke-101 pada 2024.
Dibandingkan kabupaten/kota lain di provinsi Gorontalo, persentase kemiskinan Kabupaten Bone Bolango lebih rendah daripada tiga wilayah lain (16,86 persen, 17,11 persen, 16,43 persen) namun lebih tinggi daripada wilayah dengan persentase terendah (5,74 persen). Jumlah penduduk miskinnya lebih banyak daripada dua wilayah lain (18.990 orang dan 12.970 orang), namun lebih sedikit daripada dua wilayah lainnya (61.910 orang dan 28.930 orang).
Kabupaten Gorontalo Utara
Persentase kemiskinan sebesar 16,86 persen menempatkan wilayah ini pada peringkat ke-78 se-Indonesia, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 18.990 orang dan pertumbuhan persentase kemiskinan turun 1 persen. Jumlah penduduk keseluruhan mencapai 131.338 jiwa dengan pertumbuhan 1,84 persen, peringkat ke-426 se-Indonesia. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 33,24 juta rupiah per tahun, sementara garis kemiskinan ditetapkan pada 387,54 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan pendapatan per kapita sebesar 4,79 persen, menunjukkan peningkatan ekonomi yang stabil meskipun persentase kemiskinan masih berada di level yang cukup tinggi dibanding beberapa wilayah lain di provinsi.
(Baca: Harga Karet Tsr20 - Rubber Tsr20 Futures - Naik Menuju Level US$204,8 /100 Kg (Kamis, 26 Februari 2026))
Kota Gorontalo
Dengan persentase kemiskinan terendah di provinsi Gorontalo sebesar 5,74 persen, wilayah ini berada pada peringkat ke-411 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin hanya 12.970 orang dengan pertumbuhan persentase kemiskinan sebesar 1,77 persen, yang menunjukkan peningkatan sedikit jumlah penduduk miskin dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk keseluruhan mencapai 203.812 jiwa dengan pertumbuhan 0,3 persen, peringkat ke-346 se-Indonesia. Pendapatan per kapita tertinggi di provinsi sebesar 54,07 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 723,86 ribu rupiah per kapita per bulan, yang mencerminkan tingkat ekonomi yang lebih tinggi dibanding wilayah lain di Gorontalo.
Kabupaten Pohuwato
Persentase kemiskinan sebesar 17,11 persen menempatkan wilayah ini pada peringkat ke-74 se-Indonesia, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 28.930 orang dan pertumbuhan persentase kemiskinan turun 3 persen. Jumlah penduduk keseluruhan 161.727 jiwa dengan pertumbuhan 2,58 persen, peringkat ke-387 se-Indonesia. Pendapatan per kapita sebesar 55,79 juta rupiah per tahun, tertinggi di provinsi Gorontalo, dengan garis kemiskinan sebesar 391,24 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan garis kemiskinan sebesar 5,59 persen, menunjukkan peningkatan batas kemiskinan yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi wilayah.
Kabupaten Gorontalo
Persentase kemiskinan sebesar 16,43 persen menempatkan wilayah ini pada peringkat ke-81 se-Indonesia, dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di provinsi sebesar 61.910 orang dan pertumbuhan persentase kemiskinan turun 6,01 persen. Jumlah penduduk keseluruhan terbesar di provinsi sebesar 421.699 jiwa dengan pertumbuhan 1,57 persen, peringkat ke-191 se-Indonesia. Pendapatan per kapita sebesar 41,75 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 605,74 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan garis kemiskinan sebesar 6,56 persen, yang merupakan tertinggi di provinsi, menunjukkan peningkatan biaya hidup yang cukup signifikan di wilayah ini.