Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Pati pada tahun 2024 sebesar 9,17%, sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 9,31%. Dengan jumlah penduduk 1.379.022 jiwa, terdapat 116.840 penduduk miskin di Kabupaten Pati.
Dibandingkan dengan kabupaten lain di Pulau Jawa, Kabupaten Pati berada di urutan ke-55 dalam jumlah penduduk miskin dan urutan ke-261 secara nasional dalam persentase penduduk miskin. Pertumbuhan persentase kemiskinan di Kabupaten Pati mengalami penurunan sebesar 1,5% dari tahun sebelumnya.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Berdasarkan data historis, persentase kemiskinan tertinggi di Kabupaten Pati terjadi pada tahun 2006 sebesar 22,14%, sementara persentase terendah terjadi pada tahun 2024 sebesar 9,17%. Pertumbuhan tertinggi angka kemiskinan terjadi pada tahun 2006 sebesar 11,71%, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2019 turun 13,01%. Rata-rata persentase kemiskinan dalam 3 tahun terakhir adalah 9,57%, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir adalah 9,74%.
Dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Tengah yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Pati memiliki angka yang relatif mirip. Kabupaten-kabupaten tersebut antara lain Kabupaten Batang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Temanggung.
Kabupaten Batang
Kabupaten Batang memiliki persentase penduduk miskin sebesar 8,73% dengan jumlah penduduk miskin mencapai 68.850 jiwa. Persentase tersebut menempatkan Kabupaten Batang pada urutan ke-279 secara nasional dalam hal kemiskinan. Jumlah penduduk Kabupaten Batang adalah 849.686 jiwa dengan pertumbuhan penduduk sebesar 1,74%. Garis kemiskinan di Batang berada pada angka Rp 412.196,00 per kapita per bulan. Sementara itu, pendapatan per kapita di Kabupaten Batang tercatat sebesar Rp 36,26 juta per tahun. Pertumbuhan angka kemiskinan di Batang adalah -2,13%.
Kabupaten Boyolali
Kabupaten Boyolali mencatatkan persentase penduduk miskin sebesar 9,63% dengan 95.960 jiwa berada dalam kondisi miskin. Kabupaten ini menduduki peringkat ke-248 secara nasional dalam persentase kemiskinan. Jumlah penduduk Boyolali tercatat sebanyak 1.110.346 jiwa dengan pertumbuhan 0,97%. Garis kemiskinan di Boyolali adalah Rp 442.071,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Boyolali mencapai Rp 41,69 juta per tahun. Pertumbuhan angka kemiskinan di Boyolali adalah -1,83%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Cianjur Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Karanganyar
Dengan persentase penduduk miskin 9,59%, Kabupaten Karanganyar memiliki 87.370 penduduk miskin dan menduduki peringkat ke-250 secara nasional. Jumlah penduduk Karanganyar mencapai 952.132 jiwa, dengan pertumbuhan 0,52%. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp 491.551,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Karanganyar adalah Rp 53,36 juta per tahun. Pertumbuhan angka kemiskinan di Karanganyar adalah -2,04%.
Kabupaten Kendal
Kabupaten Kendal memiliki persentase penduduk miskin sebesar 9,35%, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 92.710 jiwa, menduduki peringkat ke-256 secara nasional. Jumlah penduduk Kendal adalah 1.093.046 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk 1,43%. Garis kemiskinan di Kendal adalah Rp 488.940,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Kendal mencapai Rp 55,26 juta per tahun. Pertumbuhan angka kemiskinan di Kendal sedikit naik yaitu 0,08%.
Kabupaten Pekalongan
Kabupaten Pekalongan memiliki persentase penduduk miskin sebesar 8,95%, dengan 81.720 penduduk miskin, menduduki peringkat ke-272 secara nasional. Jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan adalah 1.026.546 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk 1,77%. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp 505.520,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Kabupaten Pekalongan mencapai Rp 29,66 juta per tahun. Pertumbuhan angka kemiskinan di Pekalongan mengalami penurunan signifikan turun 7,45%.
Kabupaten Temanggung
Kabupaten Temanggung memiliki persentase penduduk miskin sebesar 8,67%, dengan 68.770 penduduk miskin dan menduduki peringkat ke-281 secara nasional. Jumlah penduduk Temanggung adalah 820.736 jiwa dengan pertumbuhan penduduk 1,1%. Garis kemiskinan di Temanggung tercatat Rp 416.086,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Temanggung adalah Rp 35,49 juta per tahun. Pertumbuhan angka kemiskinan di Temanggung mengalami penurunan turun 5,74%.