Waspada! Pagi Ini Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi (Minggu, 18 Januari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Minggu (18/1/2026) pukul 09.47 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok sudah erupsi 5 kali.
Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 1.823 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 35,8 milimeter dan durasi 53 detik.
(Baca: Gempa Bumi Berkekuatan 4.4 M Guncang Babar, Indonesia)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 18 Januari 2026 pukul 00.00-23.59 WITA menunjukkan terjadi 466 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12,8-36,2 milimeter dan lama gempa 41-85 detik.
Kemudian, 320 kali gempa hembusan dengan amplitudo 5,1-16,7 milimeter dan lama gempa 26-43 detik serta 44 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 5,4-9,7 milimeter dan lama gempa 100-140 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, serta sektoral selatan-tenggara dan barat sejauh 2,5 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 252 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (141 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 12 kali.
(Baca: Gempa Bumi Berkekuatan 4.1 M Guncang 2 Km Timur Dari Cartago, Kosta)