Kementerian LHK: Jumlah Titik Panas di Indonesia Capai 682 Dalam 24 Jam Terakhir (Jumat, 26 Juni 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 26/06/2026 11:04 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 682 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 175 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Jumat (26/6/2026) pukul 11.04 WIB. Dari 682 titik panas terdeteksi, 12 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 657 titik skala sedang, dan 13 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Jumlah Korban Bencana Alam di Indonesia hingga 8 Juli 2025)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Timur sebanyak 92 titik. Sulawesi Tengah menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 86 titik. Kalimantan Barat berada di posisi ketiga sebanyak 65 titik panas.

Sebanyak 42 titik panas terdeteksi di Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan menyusul dengan 40 titik panas, serta Jawa Timur dan Kalimantan Selatan masing-masing memiliki 38 dan 36 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Sempat Melonjak, Jumlah Kejadian Bencana Alam di RI Turun pada 2024)

Data Stories Terkini

Data Pasar

Macro update by
26 June 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Mei) 3,08% +0.66
Inflasi mom (Mei) 0,28% +0.15
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.937 -0.32
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Apr) 89,10 -97.32
Ekspor Migas (Apr) 1,16 -9.81
Impor Migas (Apr) 4,60 +45.09
Ekspor (Apr) 25,30 +12.32
Impor (Apr) 25,21 +31.28
Kunjungan Wisman (Apr) 1,25 +14.75
NTP (Mei) 113,79 +1.34

Data Populer

Loading...