Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara tahun 2025 sebesar 7,32 persen. Angka ini turun 0,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 1.270 jiwa dari total 24.960 jiwa menjadi 23.690 jiwa. Secara nasional wilayah ini berada di peringkat 311 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Selama periode 2009 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat tertinggi pada tahun 2009 sebesar 11,9 persen, dan terendah pada tahun 2025. Pada tahun 2015 terjadi kenaikan angka kemiskinan sebesar 8,72 persen yang menjadi kenaikan tertinggi sepanjang catatan data, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2013 sebesar 12,35 persen.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Informasi dan Komunikasi di Jawa Timur | 2025)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 7,69 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 7,96 persen. Peringkat nasional wilayah ini secara konsisten bergeser membaik selama 3 tahun terakhir, dari peringkat 323 tahun 2023 menjadi 315 pada 2024, kemudian 311 pada tahun 2025.
Kabupaten Humbang Hasundutan
Berada di peringkat 294 nasional untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan tercatat 7,8 persen dengan penurunan sebesar 7,58 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai 503,77 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita penduduk 42,16 juta rupiah per tahun yang tumbuh 5,54 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.620 jiwa.
Kabupaten Labuhan Batu
Peringkat 309 nasional dengan persentase kemiskinan 7,37 persen, angka ini turun 5,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan per kapita penduduk mencapai 104,03 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,60 persen, sedangkan garis kemiskinan tercatat 575,41 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin mencapai 40.490 jiwa.
Kota Medan
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan 245,56 Ribu dan Angka Pengangguran 1,92 Persen)
Menempati peringkat 315 nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan angka 7,25 persen yang turun 8,69 persen pada periode terakhir. Wilayah ini memiliki pendapatan per kapita tertinggi di kelompok ini sebesar 141,41 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 721,55 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin mencapai 171.600 jiwa.
Kabupaten Tapanuli Utara
Berada di peringkat 307 nasional dengan persentase kemiskinan 7,47 persen yang mengalami penurunan 9,01 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 549,68 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita penduduk 36,43 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 23.290 jiwa.
Kabupaten Toba Samosir
Menempati peringkat 318 nasional dengan persentase kemiskinan 7,21 persen yang turun 10,66 persen pada periode pelaporan. Garis kemiskinan mencapai 549,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita penduduk 49,33 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 13.460 jiwa, angka terendah di kelompok kabupaten perbandingan ini.
Kabupaten Asahan
Berada di peringkat 320 nasional dengan persentase kemiskinan 7,18 persen yang mengalami penurunan terbesar di kelompok ini sebesar 11,58 persen. Pendapatan per kapita penduduk tercatat 76,58 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan 469,56 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin mencapai 54.570 jiwa.