BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Riau Turun 1%(Data Maret 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Jumlah penduduk miskin di Riau pada Maret 2026, berkurang 4.770 jiwa menjadi 470,8 ribu jiwa dibandingkan dengan September 2025. Sementara jika dibandingkan dengan Maret 2025, Jumlah penduduk miskin naik dari sebelumnya yang sebesar 460,96 ribu jiwa.
Turunnya jumlah penduduk miskin di provinsi ini, turut memberikan dampak terhadap pengurangan persentase penduduk miskin. Persentase penduduk miskin di Riau pada Maret 2026, berkurang 0,11 persen menjadi 6,19 persen dibandingkan dengan September 2025. Dalam delapan semester terakhir, persentase penduduk miskin mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
(Baca: Populasi Ayam Ras Pedaging Jawa Barat Tertinggi pada 2025)
Persentase penduduk miskin menurut provinsi adalah data mentah yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data diproduksi semesteran dengan satuan persen.
Definisi penduduk miskin menurut BPS mengacu pada konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Konsep ini mengacu pada Handbook on Poverty and Inequality yang diterbitkan oleh Worldbank. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Penduduk dikategorikan sebagai penduduk miskin jika memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.
Data persentase penduduk miskin Perkotaan dan Perdesaan dipublikasikan setiap maret dan September
Berdasarkan wilayah, jumlah penduduk miskin berkurang 470,8 ribu jiwa pada Maret 2026 dibanding September 2025 dan lebih tinggi dibanding Maret 2025. Adapun Jumlah penduduk miskin di perkotaan berkurang 9.540 menjadi 161,49 ribu jiwa per Maret 2026. Sedangkan untuk jumlah penduduk miskin di perdesaan tercatat 309,31 ribu jiwa.
(Baca: 9,27% Penduduk di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Masuk Kategori Miskin)
Kondisi kemiskinan di Riau ini diperhitungkan berdasarkan garis kemiskinan makanan dan non-makanan yang tercatat sebesar Rp.713,12 ribu per kapita/bulan. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), garis kemiskinan terbaru ini dengan rincian, Rp.556,05 ribu per kapita/bulan untuk kebutuhan makanan dan Rp.202,4 ribu per kapita/bulan untuk kebutuhan non-makanan.
Garis kemiskinan untuk daerah perdesaan sebesar Rp.632,7 ribu per kapita/bulan. Dengan rincian Rp.543,77 ribu per kapita/bulan untuk makanan dan Rp.232,97 ribu per kapita/bulan untuk non-makanan. Sementara, garis kemiskinan di daerah perkotaan Rp.698,24 ribu per kapita/bulan, dengan rincian, sebesar Rp.575,89 ribu per kapita/bulan untuk makanan dan Rp.232,97 ribu per kapita/bulan untuk non-makanan.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.745 | +0.32 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |