Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Bima Naik 0,73% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 27/01/2026 13:27 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat sebesar 2,25% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,73% dari tahun sebelumnya sebesar 1,52%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,69%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Bima lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Bima yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 2,25% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat, PoU di Kota Bima ada di urutan ke-3. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Sumbawa Barat (2,22%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kota Mataram (3,42%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2025.

  1. Kabupaten Sumbawa Barat: 2,22%
  2. Kabupaten Dompu: 2,25%
  3. Kota Bima: 2,25%
  4. Kabupaten Lombok Tengah: 2,28%
  5. Kabupaten Bima: 2,28%
  6. Kabupaten Lombok Timur: 2,29%
  7. Kabupaten Lombok Utara: 2,43%
  8. Kabupaten Lombok Barat: 2,79%
  9. Kabupaten Sumbawa: 2,99%
  10. Kota Mataram: 3,42%

(Baca: 5 Produk Pangan Olahan Ilegal yang Banyak Dijual di Marketplace Indonesia)

Data Stories Terkini
Databoks Premium

Data Populer

Loading...