Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Boalemo Turun 15,55% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 18/04/2026 13:11 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Boalemo, Gorontalo (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Boalemo, Gorontalo mencapai 15,55% pada 2025.

Angka tersebut turun 0,17% dari tahun sebelumnya sebesar 15,72%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,56%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Boalemo lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Boalemo yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 15,55% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 5 kabupaten/kota lain di Provinsi Gorontalo, PoU di Kabupaten Boalemo ada di urutan ke-2. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Gorontalo (9,05%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Gorontalo Utara (21,04%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Gorontalo pada 2025.

  1. Kota Gorontalo: 9,05%
  2. Kabupaten Boalemo: 15,55%
  3. Kabupaten Bone Bolango: 16,03%
  4. Kabupaten Gorontalo: 16,05%
  5. Kabupaten Pohuwato: 17,34%
  6. Kabupaten Gorontalo Utara: 21,04%

(Baca: Garis Kemiskinan Provinsi Indonesia Awal 2025, Papua Pegunungan Tertinggi)

Data Populer

Loading...