Waspada! Pagi Ini Gunung Marapi Kembali Erupsi (Rabu, 28 Januari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Rabu (28/1/2026) pukul 06.48 WIB. Dalam sepekan terakhir, Gunung Marapi sudah erupsi 2 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati mencapai None meter di atas puncak atau None meter di atas permukaan laut.
Visual letusan tidak teramati. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 26 milimeter dan durasi 35 detik.
(Baca: Penyakit yang Dialami Korban Banjir Sumatra per 5 Desember 2025)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Marapi di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 28 Januari 2026 pukul 00.00-23.59 WIB menunjukkan terjadi 8 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 0,8-2 milimeter dan lama gempa 138-381 detik.
Kemudian, 2 kali gempa low frequency dengan amplitudo 2,2-3,3 milimeter dan lama gempa 19-20 detik serta 5 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 0,9-4,3 milimeter s-p 1,1-2,7 detik dan lama gempa 9-14 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 370 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (196 kali letusan) sedangkan Gunung Marapi erupsi 10 kali.
(Baca: Ada 175 Kejadian Bencana di Indonesia per Awal 2026, Banjir Terbanyak)