Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Penajam Paser Utara Turun 3,13% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 28/02/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur sebesar 8,45% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,25% dari tahun sebelumnya sebesar 8,2%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 3,13%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Penajam Paser Utara lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Penajam Paser Utara yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 8,45% dari total penduduk.

Dibanding 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Timur, PoU di Kabupaten Penajam Paser Utara ada di urutan ke-6. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Berau (6,84%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Paser (11,06%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Timur pada 2025.

  1. Kabupaten Berau: 6,84%
  2. Kota Bontang: 7,6%
  3. Kabupaten Kutai Timur: 7,98%
  4. Kota Balikpapan: 8,24%
  5. Kabupaten Kutai Barat: 8,33%
  6. Kabupaten Penajam Paser Utara: 8,45%
  7. Kota Samarinda: 8,55%
  8. Kabupaten Kutai Kartanegara: 8,69%
  9. Kabupaten Mahakam Hulu: 9,02%
  10. Kabupaten Paser: 11,06%

(Baca: Jumlah Penduduk Jakarta yang Bekerja Meningkat Awal 2025)

Data Populer

Loading...