Berbagai lembaga survei melakukan sigi terkait bergabungnya Indonesia ke Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Februari-Maret 2026.
Dari tiga lembaga survei yang dihimpun Databoks, seluruhnya menunjukkan mayoritas warga Indonesia tidak setuju negaranya bergabung dengan BoP.
Survei pertama dirilis Media Survei Nasional (Median) pada 23 Februari 2026. Dalam siginya, 78,8% warga Indonesia mengetahui adanya BoP.
Sigi kedua dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), Indikator Politik Indonesia, dan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) pada 2 April 2026.
Survei ketiga dirilis Poltracking Indonesia pada 13 April 2026. Dalam siginya, 33,3% responden pernah mendengar informasi Indonesia gabung dengan BoP.
Berikut rincian hasil survei persepsi warga mengenai gabungnya Indonesia dengan BoP.
Median
- Tidak setuju: 50,4% (sangat tidak setuju 19,7% dan tidak setuju 30,7%)
- Setuju: 34,8% (sangat setuju 14,1% dan setuju 20,7%)
Survei Median berlangsung pada 10-14 Februari 2026 secara daring dengan target 1.200 responden berusia minimal 17 tahun. Median tak menyertakan margin of error surveinya.
LSI, Indikator, dan SMRC
- Tidak setuju: 50,9% (sangat tidak setuju 9,4% dan tidak setuju 41,5%)
- Setuju: 26,1% (sangat setuju 4,5% dan setuju 21,6%)
Sigi LSI, Indikator, dan SMRC dilakukan pada 12-31 Maret 2026 secara tatap muka dan via telepon terhadap 1.066 responden berusia minimal 17 tahun, dan margin of error 6%.
Poltracking Indonesia
- Tidak setuju: 40,7% (sangat tidak setuju 17,6% dan kurang setuju 23,1%)
- Setuju: 13,7% (sangat setuju 1,5% dan cukup setuju 12,2%)
Survei Poltracking dilakukan secara tatap muka pada 2-8 Maret 2026 terhadap 1.220 responden berusia minimal 17 tahun, dan margin of error sekitar 2,9%.
(Baca: Banyak Warga Tak Setuju RI Setor Rp17 Triliun ke BoP Buatan Trump)