Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan tahun 2025. Persentase penduduk miskin berada di angka 8,38 persen, turun sedikit 0,17 persen dari tahun sebelumnya. Total penduduk miskin tercatat 32.520 jiwa, berkurang 520 jiwa dibanding periode 2024. Data ini tercatat secara berurutan sejak tahun 2004.
(Baca: 16,46% Penduduk di Kabupaten Pidie Masuk Kategori Miskin)
Selama 21 tahun pencatatan, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 10,7 persen pada tahun 2006. Angka terendah tercatat pada tahun 2012 dengan nilai 7,83 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 sebesar 17,97 persen, sementara penurunan terbesar terjadi 2009 turun 9,84 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Pinrang secara nasional saat ini berada di urutan 274 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Dalam kurun 5 tahun terakhir, posisi ranking wilayah ini terus bergeser membaik, dari urutan 298 pada 2022 menjadi 274 pada 2025. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 8,61 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 8,75 persen.
Untuk perbandingan dengan kabupaten tetangga di Sulawesi Selatan yang memiliki nilai persentase kemiskinan berdekatan, seluruh wilayah tersebut juga mencatatkan penurunan angka kemiskinan pada periode terakhir. Penurunan terbesar terjadi pada Kabupaten Toraja Utara, sementara yang terkecil terjadi pada Kabupaten Barru.
Kabupaten Bantaeng
Berada di urutan 300 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 7,68 persen dengan penurunan sebesar 7,02 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 14.740 jiwa, dari total penduduk 191.957 jiwa. Garis kemiskinan berada di 453,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 68,61 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Barru
Ranking 289 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 8,00 persen dengan penurunan 3,73 persen periode lalu. Jumlah penduduk miskin 14.130 jiwa dari total penduduk 176.554 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 426,79 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 56,39 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Sentra Industri di Maluku Utara | 2025)
Kabupaten Bone
Menempati urutan 246 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 9,13 persen dengan penurunan 4,70 persen pada tahun terakhir. Total penduduk miskin mencapai 69.730 jiwa dari total 763.389 jiwa penduduk. Garis kemiskinan tercatat 452,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 64,76 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Maros
Berada ranking 250 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 8,90 persen dengan penurunan 4,51 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin 32.670 jiwa dari total 367.075 jiwa penduduk wilayah. Garis kemiskinan sebesar 560,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 71,36 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sinjai
Ranking 308 secara nasional, persentase kemiskinan sebesar 7,41 persen dengan penurunan 5,24 persen periode terakhir. Jumlah penduduk miskin 18.440 jiwa dari total 248.948 jiwa penduduk. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 426,19 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 64,46 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Toraja Utara
Menempati urutan 220 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,05 persen dengan penurunan 6,34 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin 24.480 jiwa dari total 243.528 jiwa penduduk wilayah. Garis kemiskinan sebesar 435,31 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 50,63 juta rupiah per tahun.