Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah sentra industri di Provinsi Maluku Utara pada akhir tahun 2025 tercatat sebanyak 37 unit. Dari catatan historis sejak 2011, nilai ini mengalami penurunan sebesar 6 unit dibandingkan tahun 2024, dengan pertumbuhan negatif sebesar 13,95 persen. Selama periode pemantauan, jumlah sentra industri di wilayah ini menunjukkan fluktuasi tajam, dimana fluktuasi ini ditandai dengan lonjakan dan penurunan yang sangat ekstrem antar periode tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Polewali Mandar | 2004 - 2025)
Kenaikan tertinggi jumlah sentra industri Maluku Utara terjadi pada tahun 2021 dengan penambahan 105 unit dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan nilai tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada tahun yang sama sebanyak 109 unit. Penurunan terbesar pernah terjadi pada tahun 2020, dimana jumlah sentra industri turun sebesar 89 unit dari tahun sebelumnya. Posisi jumlah sentra industri tahun 2025 berada di bawah nilai rata-rata historis wilayah ini yang mencapai 41,29 unit.
Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 850,17 persen, sementara rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir tercatat 1090,96 persen. Hal ini menunjukkan performa pertumbuhan 3 tahun terakhir memiliki kondisi lebih buruk dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir. Untuk peringkat di wilayah Pulau Maluku, Maluku Utara berada di peringkat 2 pada tahun 2025, turun satu peringkat dari posisi teratas yang pernah diraih pada tahun 2024. Secara nasional, provinsi ini menempati peringkat 30 dari seluruh provinsi di Indonesia.
Maluku
Provinsi Maluku menempati peringkat pertama terbaik di wilayah Pulau Maluku untuk jumlah sentra industri pada tahun 2025, dengan total nilai tercatat 50 unit. Wilayah ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 56,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 18 unit sentra industri baru. Secara nasional, Maluku berada di peringkat 27, tiga peringkat lebih baik dibandingkan Maluku Utara. Nilai total sentra industri di Maluku tercatat 13 unit lebih banyak dibandingkan catatan Maluku Utara di periode yang sama.
DKI Jakarta
DKI Jakarta tercatat memiliki 47 unit sentra industri pada tahun 2025, menempati peringkat 28 secara nasional. Ibu kota negara ini mencatat pertumbuhan sebesar 56,67 persen dari tahun sebelumnya, dengan penambahan 17 unit sentra industri. Peringkat nasional DKI Jakarta dua tingkat lebih baik dibandingkan Maluku Utara, dengan selisih jumlah sentra industri sebanyak 10 unit lebih banyak dari catatan Maluku Utara. Pertumbuhan di wilayah ini juga tercatat konsisten positif pada periode dua tahun terakhir.
Sulawesi Tenggara
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk SMA Negeri 8 Bogor SPMB 2026)
Sulawesi Tenggara mencatat jumlah sentra industri sebanyak 42 unit pada tahun 2025, menempati peringkat 29 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 40,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan sebanyak 29 unit sentra industri. Meskipun mengalami penurunan besar, jumlah total sentra industri di Sulawesi Tenggara masih tercatat 5 unit lebih banyak dibandingkan Maluku Utara, dengan peringkat nasional satu tingkat lebih tinggi dari Maluku Utara.
Kepulauan Bangka Belitung
Kepulauan Bangka Belitung memiliki 32 unit sentra industri pada tahun 2025, menempati peringkat 31 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan stagnan 0 persen, artinya tidak ada penambahan maupun pengurangan jumlah sentra industri dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nilai, wilayah ini memiliki 5 unit lebih sedikit dibandingkan catatan Maluku Utara, dengan peringkat nasional satu tingkat lebih rendah dari posisi Maluku Utara di tahun 2025.
Papua Barat
Papua Barat tercatat memiliki 18 unit sentra industri pada tahun 2025, menempati peringkat 32 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sangat tinggi sebesar 350 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 14 unit sentra industri baru. Meskipun memiliki pertumbuhan tertinggi kedua dari seluruh wilayah yang dibandingkan, jumlah total sentra industri di Papua Barat masih 19 unit lebih sedikit dibandingkan catatan Maluku Utara pada periode yang sama.
Papua Tengah
Papua Tengah mencatat jumlah sentra industri sebanyak 15 unit pada tahun 2025, menempati peringkat terakhir yaitu 33 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 650 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan 13 unit sentra industri baru. Jumlah total sentra industri di wilayah ini 22 unit lebih sedikit dibandingkan catatan Maluku Utara, menjadi wilayah dengan jumlah sentra industri terendah dari seluruh daftar perbandingan yang tercatat.