Kementerian LHK: Jumlah Hotspot di Indonesia Capai 106 Dalam 24 Jam Terakhir (Senin, 29 Desember 2025)

1
Irfan Fadhlurrahman 29/12/2025 11:36 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 106 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 71 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Senin (29/12/2025) pukul 11.36 WIB. Dari 106 titik panas terdeteksi, 2 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi dan 104 titik skala sedang.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Korban Banjir di Bali, 9 Orang Meninggal Dunia (Rabu, 10 September 2025))

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Sulawesi Tengah sebanyak 39 titik. Kalimantan Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 15 titik. Sulawesi Tenggara berada di posisi ketiga sebanyak 15 titik panas.

Sebanyak 10 titik panas terdeteksi di Maluku Utara, Jawa Timur menyusul dengan 7 titik panas, serta Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan masing-masing memiliki 7 dan 3 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Media Sosial Banjir Komentar Negatif Buntut Keracunan Massal MBG)

Data Stories Terkini

Data Populer

Loading...